Anak sekolah menengah atas di Kalimantan Tengah memenangkan medali emas olimpiade di Korea Selatan untuk pengobatan kanker

Tiga siswa sekolah menengah dari SMA 2 negeri di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, telah memenangkan medali emas di Olimpiade Kreativitas Penemuan Dunia (WICO) di Seoul untuk teh herbal yang mereka buat dari tanaman endemik Kalimantan yang dapat membantu menyembuhkan kanker.

Berita Nasional.co – Tiga siswa, Yazid, Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani, menerima medali pada 28 Juli setelah mengembangkan teh dengan bantuan guru biologi mereka, Herlita Gusran.

Penelitian mereka dimulai pada tahun 2017, didorong oleh rasa ingin tahu mereka tentang ramuan leluhur keluarga Yazid yang terbuat dari kayu bajakah, tanaman yang ditemukan di hutan. Yazid mengklaim keluarganya telah menggunakan tanaman itu untuk menyembuhkan kanker.

Tiga siswa dan guru mereka kemudian menguji ramuan pada tikus yang menderita kanker.

“Setelah hari ke-50, tikus dengan yang telah dirawat dengan air bajakah masih sehat dan bahkan masih bisa bereproduksi,” kata Herlita, Senin seperti dikutip oleh kompas.com. Tikus lainnya mati.

Tes laboratorium telah membuktikan bahwa kayu kaya akan antioksidan dengan zat-zat positif seperti fenolik, steroid, tanin, saponin, dan terpenoid.

Ketiganya kemudian mengolah kayu bajakah menjadi bubuk teh yang bisa dengan mudah disiapkan dengan cara diseduh.

Inovasi ini memenangkan medali emas di Youth National Science Fair 2019 di Bandung.

Setelah hadiah nasional, mereka menghadiri WICO di Seoul dan kembali menerima medali emas.

“Kami ingin terus belajar tentang potensi alam Kalimantan Tengah,” kata Anggina.

Dia mengatakan kelompok itu telah didekati oleh banyak pihak bandar judi togel dingdong online yang tertarik yang ingin membantu mereka memproduksi teh kayu bajakah.

Setelah sukses, kelompok ini akan mengklaim paten untuk karya ilmiah mereka.

iga siswa, Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani, memenangkan medali emas Olimpiade Kreativitas Penemuan Dunia (WICO) untuk teh herbal yang mereka kembangkan dengan bantuan guru biologi mereka, Herlita Gusran. (kompas.com/Kurnia Tarigan)

“Kami akan mengklaim kekayaan intelektual tetapi hanya karya ilmiah, karena [karya] didasarkan pada kearifan lokal,” kata Herlita pada hari Selasa seperti dikutip oleh tempo.co.

Kayu Bajakah telah lama digunakan oleh orang Dayak asli Kalimantan untuk menyembuhkan kanker. (gis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *