Mahfud MD Bertemu Kiai Maimun Membahas Masalah Bangsa Indonesia

Mahfud MD Bertemu Kiai Maimun Membahas Masalah Bangsa Indonesia ketika Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengadakan pertemuan dengan pemimpin ulama kharismatik KH Maimun Zubair di Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta untuk membahas masalah bangsa. Kedua tokoh bertemu untuk pertemuan tertutup.

Berita Nasional.co – Mahfud mengatakan dia tidak berbicara tentang politik selama pertemuan dengan Kiai Maimun Zubair.

“Kami berbicara tentang filosofi pendirian bangsa ini, di mana kekuatan bangsa ini terletak, dan bagaimana manusia memposisikan diri mereka sendiri, sehingga Indonesia, sebagai rahmat Allah, akan dipertahankan,” Mahfud memberitahu para wartawan setelah pertemuan tertutup selama satu jam. dengan Zubair.

Dalam kesempatan itu, Mahfud mengungkapkan bahwa ia dan Zubair tidak membahas masalah politik praktis terkait Pemilihan Presiden 2019. “Kami tidak berbicara tentang (politik). Lebih penting lagi, kami berbicara tentang masalah bangsa ini secara keseluruhan,” katanya.

Menurut Mahfud, Indonesia, yang berdiri sebagai bangsa merdeka karena berkat dan rahmat Tuhan, harus bersyukur, dan posisi ini harus selalu dijaga. Dia mencatat bahwa untuk mempertahankan kekuatan dan posisi negara, dengan komunitasnya yang berbeda, rakyat Indonesia, sejauh ini, telah menentukan jalan di depan dengan memilih jalan demokrasi.

Oleh karena itu, ia percaya bahwa demokrasi, sebagai sarana, juga harus dipertahankan, sehingga selalu dikejar dengan cara yang jujur.

“Harus jujur ​​dan tidak terlibat dalam pengkhianatan, dan semuanya hanyalah sebuah visi untuk bergerak maju,” ia menekankan.

Menurut Mahfud, pertemuan dan diskusi dengan Zubair sudah diadakan sejak dia masih ketua MK. Saat berbicara dengan wartawan, Zubair menyamakan Indonesia dengan rumah tangga. Dalam sebuah rumah tangga, seharusnya tidak ada perselisihan hanya karena perbedaan, termasuk masalah agama.

“Kita harus kembali pada apa yang telah diberikan Tuhan kepada bangsa ini. Harmoni manusia dimulai dengan apa yang disebut rumah tangga. Rumah memiliki pasangan, sehingga tidak dapat dimiliki oleh wanita saja atau hanya milik pria. Oleh karena itu, pasti ada pria dan wanita. , “pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang mencatat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *