Lumba-Lumba Jantan Pengembara Sungai Kembali

Lumba-Lumba Jantan Pengembara Sungai Kembali, Suatu tim gabungan kembali pada Kamis malam seekor lumba-lumba jantan, seekor bungkuk, ke laut setelah mengembara ke sungai selama lima hari. Yang lain, mamalia laut sepanjang 2,5 meter, diyakini sebagai ibu lumba-lumba muda, meninggal pada Rabu malam.

Berita Nasional.co – Kedua lumba-lumba bungkuk itu terdampar dan terlihat oleh penduduk setempat di Sungai Kualuh di Kabupaten Labuhan Batu Utara di Sumatera Utara.

Koordinator mamalia laut di Jakarta Animal Aid Network, Amank Raga, mengatakan mereka memilih muara Tanjung Balai untuk melepaskan Sousa chinensis karena mereka melihat sekelompok lumba-lumba di sana. Lokasi rilis adalah 2,4 kilometer dari tepi pantai.

“Dua minggu lalu kami melihat sekelompok lumba-lumba di muara Tanjung Balai, itulah sebabnya kami melepaskan lumba-lumba di sini,” katanya kepada The Jakarta Post, Jumat.

Amank mengatakan dia akan memantau kesejahteraan lumba-lumba jantan untuk tiga hari ke depan. Dia menyatakan harapan bahwa lumba-lumba muda akan dapat bergabung dengan polongnya di Tanjung Balai, yang berjarak sekitar 15 km dari Sungai Kualuh.

Warga di dekat sungai pertama kali melihat dua lumba-lumba putih berenang dan melompat keluar dari air pada 27 Januari. Mereka jarang melihat lumba-lumba di sungai dan banyak penduduk berbondong-bondong ke situs untuk mengambil gambar dan video.

Camat Kuala Beringin, Edi Mansur Pane, mengatakan bahwa ia termasuk di antara mereka yang, karena terkejut dan khawatir, memberi tahu Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BKSDA) tentang penampilan kedua lumba-lumba.

Amank dari JAAN mengatakan dia curiga kematian lumba-lumba betina disebabkan oleh luka di dekat lubang semburnya. Dia mengatakan luka itu mungkin telah merusak sistem navigasi lumba-lumba. Lumba-lumba dikenal sebagai navigator yang baik.

Amank mengatakan proses pengembalian lumba-lumba muda itu melibatkan penduduk setempat selain para pejabat dari BKSDA Sumatera Utara. Mereka memulai penyelamatan pada pukul 3 sore. ketika arus sungai surut sehingga lumba-lumba akan terpikat ke jaring di tepi sungai. Butuh dua jam bagi mereka untuk menangkap lumba-lumba.

“Itu tidak mudah, kami mencoba 18 kali sebelum kami menangkapnya,” katanya.

Dia mengatakan ketika mereka menangkapnya, lumba-lumba itu tampak kelelahan dan ada goresan di tubuhnya. Tapi secara keseluruhan, dia terlihat sehat.

Mereka memberikan antibiotik lumba-lumba, menggunakan antiseptik dan vitamin yang disuntikkan.

Kepala BKSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi, mengatakan mereka berutang pembebasan yang sukses kepada JAAN dan penduduk setempat.

“Kita harus menghargai misi penyelamatan lumba lumba ini,” katanya.

Pada 2013, penduduk setempat menyelamatkan tiga lumba-lumba botol yang terdampar di Sungai Wampu, dekat Kabupaten Langkat. Penduduk setempat membantu memandu lumba-lumba kembali ke laut, sekitar 15 km dari sungai, dengan menampar air untuk membuat suara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *