KPU Meminta Prabowo Melaporkan Perubahan Tim Kampanye

KPU Meminta Prabowo Melaporkan Perubahan Tim Kampanye dan Tim Prabowo telah menemukan sosok baru untuk menggantikan Ratna Sarumpaet di tim kampanye.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan, tim kampanye nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno harus segera melaporkan perubahan komposisi timnya. Pernyataan itu muncul menyusul penamaan tokoh untuk menggantikan aktivis Ratna Sarumpaet.

Berita Nasional – “Kami sedang menunggu informasi untuk dilaporkan ke KPU, karena perubahan tim kampanye harus diserahkan, termasuk jika ada perubahan dalam komposisi tim,” kata Wahyu, Senin (8 Oktober).

KPU meminta dan mengaku belum menerima pemberitahuan resmi tentang penggantian Ratna yang merupakan salah satu juru bicara tim kampanye Prabowo-Sandiaga. Komisi masih memberikan waktu untuk melaporkan perubahan dalam struktur tim kampanye.

Pada hari Rabu (3 Oktober), Prabowo meminta Ratna untuk mengundurkan diri dari tim kampanyenya. Permintaannya merupakan konsekuensi dari tipuan (berita palsu) yang dibuat oleh Ratna.
Kasus dimulai ketika Ratna memutuskan untuk melakukan bedah kosmetik pada 21 September tanpa persetujuan dari keluarganya. Keesokan harinya, foto dirinya dengan wajah bengkak beredar di media sosial. Kepada keluarganya, dia mengaku itu adalah hasil dari sebuah serangan yang terjadi di Bandung, Jawa Barat.

Dia menyimpan rahasianya selama seminggu. Ratna juga menyembunyikan kebenaran dari teman-teman politiknya, termasuk Fadli Zon dan Prabowo. Pada 2 Oktober, Fadli menciptakan kegemparan dengan men-tweet tentang serangan itu.

Malam itu, Ratna menemui Prabowo dan tim kampanye nasionalnya untuk membicarakan insiden itu. Prabowo kemudian berdiri untuknya, mengatakan dia akan bertemu kepala polisi nasional untuk membahas kasus ini.

Menurut ketua tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang, insiden itu terjadi pada 21 September, dekat Bandara Internasional Husein Sastranegara. Namun, pada 3 Oktober, polisi menemukan bahwa Ratna belum di Bandung hari itu, tetapi di rumah sakit Jakarta yang mengkhususkan diri dalam bedah kosmetik.

Ratna kemudian mengaku telah berbohong. Dia mengatakan foto-foto mata bengkaknya yang menjadi viral adalah hasil sedot lemak dan meminta maaf kepada Prabowo dan publik atas penipuannya.

Polda Metro Jaya menangkap Ratna ketika akan terbang ke Chile di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada hari Kamis (4 Oktober). Dia disebut sebagai tersangka di bawah Pasal 14 UU No. 1/1946 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *