KPK Menyita Lebih Dari $ 40.000 Dari Kantor Menteri Urusan Agama

KPK Menyita Lebih Dari $ 40.000 Dari Kantor Menteri Urusan Agama, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan para penyelidiknya telah KPK menyita Rp 180 juta (US $ 12.667) dan $ 30.000 dari kantor Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Berita Nasional.co – Pengumuman itu menyusul penggeledahan kantor menteri di Jakarta pada hari Senin, tak lama setelah badan anti korupsi mendakwa ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Rohamurmuziy – yang sejak itu mengundurkan diri dari jabatan itu – dengan penyuapan terkait dengan promosi di kementerian yang dipimpin oleh Lukman .

“Sebagai bagian dari prosedur kami, kami KPK menyita uang dan dokumen terkait terkait dengan urusan antara Departemen Agama dan PPP,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan pada hari Selasa.

Dia menambahkan bahwa KPK memang Bandar Judi Togel Dingdong Online mengesampingkan hubungan yang mungkin antara kedua individu tetapi belum menyimpulkan tuduhannya, karena saat ini sedang memverifikasi bukti lain dan laporan saksi mata.

Secara terpisah, wakil ketua PPP Arwani Thomafi membantah keterlibatan Lukman dalam kasus korupsi yang melibatkan Romahurmuziy, dengan mengatakan uang itu berasal dari “biaya honorarium” untuk penampilan pembicara tamu di berbagai acara.

Karena itu, katanya, mereka para menteri menteri tidak melanggar hukum apa pun untuk mendapatkan uang.

“Mengapa seorang menteri tidak dapat memiliki ratusan juta rupiah?” Arwani mengatakan kepada kompas.com. “Hanya karena jumlahnya [ratusan juta rupiah] tidak berarti itu adalah uang yang dihasilkan dari korupsi.”

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pandangan yang sama, mengatakan uang seperti itu adalah aspek “normal” dari kantor menteri.

Dia menambahkan bahwa dana yang sama akan ditemukan di kantornya jika KPK menyita menggerebek tempatnya.

“Uang tunai [ditemukan oleh KPK] adalah dana operasional […]. Ini khas di setiap kantor. Selalu ada uang tunai jika ada pengeluaran penting, ”kata Kalla.

Dalam dakwaannya terhadap Romahurmuziy, KPK menuduh politisi menerima total Rp 300 juta dari dua pejabat Kementerian Agama yang berusaha untuk melewati proses seleksi pekerjaan di kantor-kantor kementerian Jawa Timur. (mai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *