Tidak ada lagi pemadaman: kota pintar Jakarta membutuhkan jaringan yang lebih pintar

Kota Pintar Jakarta membutuhkan jaringan yang lebih pintar. Pada bulan Juli, Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Washington, DC untuk berbagi optimismenya dan kemajuan ibukota. Ia menjuluki pembangunan ini di bawah pemerintahannya sebagai “wajah baru Jakarta,” di mana ia menyampaikan niatnya untuk membangun kota yang setara, makmur, modern, dinamis, berkelanjutan, dan bersatu.

Berita Nasional.co – Tujuan Anies untuk mengubah Jakarta menjadi “kota 4.0” di mana ada kolaborasi dinamis antara pemerintah kota dan penduduknya menekankan visinya untuk kota yang cerdas. Namun, pertanyaannya tetap belum terjawab, apakah Jakarta benar-benar siap menjadi kota yang cerdas.

Pemadaman seluruh kota pada bulan Agustus, misalnya, menerangi tantangan aspirasi Jakarta untuk menjadi kota pintar yang berfungsi penuh.

Konsep kota pintar mencakup enam kategori berbeda: tata kelola yang cerdas, orang pintar, kehidupan cerdas, mobilitas cerdas, ekonomi cerdas, dan lingkungan cerdas. Penggunaan teknologi sangat penting untuk mewujudkan enam tujuan berbeda ini.

Tanpa energi yang andal, tulang punggung Bandar judi togel dingdong online kota pintar — teknologi — hancur.

Untuk menjadi kota yang cerdas dan berkelanjutan, perlu ada sistem energi yang konsisten dan tangguh. Dalam kasus Jakarta, peran PLN dalam memasok listrik yang dapat diandalkan kepada penghuninya sangat penting.

Masalah gangguan listrik seperti pemadaman listrik di Jakarta menyebabkan banyak efek domino, termasuk dalam ekonomi digital dan keamanan nasional.

Karena ibu kota dengan cepat mengembangkan ekonomi digitalnya di bawah inisiatif kota cerdasnya, tanpa daya yang dapat diandalkan, jenis ekonomi ini tidak akan tercapai. Karenanya, seringnya pemadaman listrik di kota dapat sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Implikasi dari pemadaman listrik dapat menyebabkan kerusakan ekonomi di ekonomi teknologi tinggi seperti Jakarta. Pemanfaatan sistem pembayaran digital, perbankan dan e-commerce akan dihentikan sementara dan berdampak negatif bagi masyarakat.

Sejumlah penelitian, termasuk laporan oleh Allianz, telah mengindikasikan kerugian ekonomi akibat pemadaman. Di AS saja, gangguan listrik telah mengakibatkan kerugian sekitar US $ 104 hingga $ 164 miliar per tahun.

Lebih jauh, ketika sebuah kota sering mengalami pemadaman, fenomena ini menimbulkan risiko besar bagi keamanan nasional negara tersebut. Gangguan daya mempersulit pemerintah untuk memantau saluran komunikasi ekstrimis atau potensi ancaman.

Pemadaman listrik yang berkepanjangan juga dapat sangat memengaruhi fasilitas pemerintah yang penting di daerah tersebut, khususnya pangkalan militer.

Menjadi terbiasa dengan pemadaman listrik di Jakarta seharusnya tidak menjadi normal baru dalam mengubah kota menjadi berkelanjutan dan cerdas. Biaya keamanan nasional dan ekonomi untuk bencana ini tidak boleh diabaikan oleh pemerintah.

Jika Indonesia bertekad untuk mendominasi ekonomi digital Asia Tenggara dengan memiliki masyarakat tanpa uang tunai, solusi sederhana untuk ini adalah memiliki listrik yang andal dan konsisten. Mereformasi manajemen perusahaan listrik milik negara PLN dan memperkenalkan pengembangan jaringan pintar akan membawa negara ke jalur yang benar.

Dalam jangka pendek, Indonesia harus mereformasi manajemen PLN. Manajemen PLN seperti yang kita tahu telah berantakan selama beberapa tahun terakhir. Tuduhan korupsi terhadap mantan direktur utama lembaga itu, Sofyan Basir, bukanlah yang pertama kalinya eselon tinggi PLN memimpin hukuman korupsi. Tiga mantan direktur utama PLN lainnya — Eddie Widiono, Dahlan Iskan, dan Nur Pamudji — semuanya dinyatakan bersalah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Posisi teratas dalam lembaga ini tidak boleh diberikan kepada orang yang diangkat secara politis, tetapi lebih kepada pegawai negeri sipil yang berkarir. Pentingnya memiliki ahli yang tepat dengan keterampilan yang tepat sangat penting untuk kemampuan lembaga untuk memberikan layanan yang sangat baik kepada masyarakat.

Pemadaman listrik baru-baru ini juga semakin menekankan jaringan infrastruktur yang sudah tua di Indonesia. Oleh karena itu, dalam jangka panjang, penting bagi Indonesia untuk memodernisasi jaringan listrik negara melalui peningkatan smart grid.

Pengembangan smart grid adalah teknologi baru yang telah digunakan oleh banyak negara. Sistem ini menggunakan teknologi digital dengan kemampuan untuk merasakan masalah secara real time dan secara otomatis mengalihkan daya untuk memungkinkan aliran listrik yang berkelanjutan ketika pemadaman listrik terjadi. Singkatnya, alih-alih mengalami pemadaman, komunitas hanya akan mengalami kedipan.

Selain itu, kemampuan teknologi untuk memperkenalkan dialog dua arah pertukaran listrik dan informasi antara konsumen dan utilitas listrik akan meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya daya untuk konsumen, dan menurunkan biaya operasi dan manajemen untuk perusahaan utilitas.

Kecerdasan grid cerdas dalam menambah ketahanan terhadap keadaan darurat di masa depan seperti gempa bumi dan mati listrik, serta menggabungkan teknologi yang lebih hijau, akan membantu mengubah Jakarta menjadi kota yang cerdas dan berkelanjutan. Sistem otomatisnya untuk memulihkan listrik dengan cepat setelah gangguan daya akan mengurangi kejadian pemadaman listrik di kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *