Komisioner KPK Menerima Ancaman Bom

Komisioner KPK Menerima Ancaman Bom Rakitan menyebabkan Polisi yang bertugas juga di dukung oleh patroli seluler polisi, katanya, seraya menambah kan bahwa polisi akan mengintensif kan patroli seluler mereka di daerah perumahan dua komisioner.

DMbet99 – Polisi Metropolitan Jakarta telah mengerahkan enam personel untuk melindungi rumah-rumah dua komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berikut teror bom pada Rabu pagi. Polisi di tugas kan untuk melindungi rumah Ketua KPK Agus Raharjo dan Komisaris KPK Laode Muhammad Syarif 24 jam, juru bicara Polisi Metropolitan Jakarta, Komisaris Besar Argo Yuwono di nyata kan di sini pada hari Kamis.

Raharjo tinggal di kompleks perumahan Graha Indah, Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, sementara Syarif tinggal di 42 C Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan.

Rumah Raharjo diteror oleh orang-orang tak dikenal, yang menempat kan tas dengan pipa di dalam, tetapi penyidik ​​polisi tidak menemu kan bahan peledak di tas, sementara rumah Syarif di serang dengan dua bom koktail.

Namun, bom rakitan tidak menyebab kan ke rusakan pada rumah. Hingga Kamis, penyidik ​​Kepolisian Nasional dan Polda Metro Jaya terus memeriksa bukti kejahatan terkait teror dan menanyai saksi.

Teror bom telah menghidup kan kembali ingatan masyarakat tentang serangan asam terhadap penyelidik anti-korupsi terkemuka badan anti-korupsi, Novel Baswedan, pada 11 April 2017.

Serangan yang terjadi ketika menuju rumah setelah melakukan Subuh, atau sholat Subuh, di sebuah masjid di dekat rumah nya, telah melukai mata Baswedan, sehingga memerlu kan perawatan medis di Jakarta dan Singapura.

Serangan asam di lapor kan di luncur kan oleh dua pengendara sepeda motor, tetapi mereka berhasil melari kan diri dan masih buron sampai sekarang. Pensiunan polisi ini bergabung dengan agen anti-korupsi pada 2007 dan sejak itu sering di teror dan di serang.

Pada 2012, sepeda motor nya rusak parah setelah di serang oleh pendukung terpidana Amran Batalipu, mantan bupati Buol di Provinsi Sulawesi Tengah. Sungguh ironis penegakan hukum di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *