KH Maruf Berjanji Membawa Aliran Baru Ekonomi Indonesia

KH Maruf Berjanji Membawa Aliran Baru Ekonomi Indonesia Kiai Ma’ruf melihat konglomerasi gagal membawa efek menetes ke masyarakat miskin.
Wakil kandidat presiden KH Ma’ruf Amin menyampaikan program ekonominya kepada ratusan dari kandidat legislatif Partai Perindo pada hari Selasa (19 September). Dia mengaku membawa aliran baru ekonomi Indonesia, berdasarkan prinsip kelima Pancasila.

Berita Nasional – Kiai Ma’ruf mengharapkan aliran ekonomi baru dapat menghilangkan kesenjangan, baik antara kaya dan miskin, kuat dan lemah, antar wilayah dan antara produk lokal dan global. Dia percaya ekonomi Pancasila menjadi ekonomi kerakyatan dan adil.

“Karena aliran lama melahirkan konglomerat dengan harapan meneteskan efek, tetapi tidak menetes,” kata Kiai Ma’ruf.

Dalam program ekonominya, Kiai Ma’ruf akan berusaha memperkuat yang lemah. Namun, itu tidak akan dilakukan dengan melemahkan kelompok kuat, tetapi dengan memperkuat yang lemah. Dia mengatakan bahwa ekonomi aliran baru akan menjembatani yang kuat dan lemah untuk berkolaborasi ke dalam kemitraan yang dapat menciptakan kesejahteraan bagi semua orang.

Ma’ruf menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berusaha untuk menghilangkan kesenjangan antar daerah dengan berbagai upaya. Upaya ini termasuk membangun infrastruktur, menyamakan harga BBM Jakarta dengan Papua, membangun konektivitas antar daerah, dan memupuk berbagai keunggulan kawasan.

“Maluku, misalnya, masyarakat miskin tetapi potensi daerahnya besar. Maluku dulu pusat rempah-rempah, sehingga Maluku harus dibangun sebagai daerah yang kuat. Demikian pula, Sumatera dan Kalimantan. Ini yang saya maksud untuk menghilangkan disparitas, “Ma’ruf menjelaskan.

Ma’ruf memberi contoh Sulawesi Selatan sebagai daerah penghasil kakao. Sulawesi Selatan mengekspor kakao mentahnya ke Singapura. Di Singapura, kakao diproses sedikit untuk menjadi produk cokelat yang memberikan nilai tambah yang besar.

“Ke depan, Sulawesi Selatan diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi kakao. Insya Allah (Insyaallah), jika kita menghilangkan disparitas ini, Indonesia akan lebih makmur,” kata Ma’ruf.

Semua upaya itu, menurutnya, harus didukung oleh sumber daya manusia yang andal dan berdaya saing sehingga bisa bersaing dengan negara lain. Kiai maâruf mengakui bahwa dia terinspirasi oleh 2018 Asian Games.

Ma’ruf mengatakan Indonesia biasanya jatuh di luar 10 peringkat teratas di Asian Games. Karena itu, pemerintah hanya menargetkan 16 hingga 17 medali emas di ajang tahun ini.

“Namun, ketika kami mampu mendorong semangat juang para atlet, ternyata mereka hebat dan mendapat lebih dari 30 medali,” kata Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf menegaskan semangat bertarung harus dipupuk kepada seluruh elemen bangsa di berbagai bidang, termasuk di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial. Selain itu, ia juga mempertimbangkan perlunya membersihkan fondasi pembangunan dari kerikil, seperti konflik ideologis dan konflik dalam politik. Dia juga menekankan bahwa Indonesia harus aman untuk dapat berhasil mengembangkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *