Ketua Partai Bulan Bintang Mengumpulkan Pemimpin Muslim Indonesia

Ketua Partai Bulan Bintang Mengumpulkan Pemimpin Muslim Indonesia setelah Sebuah bendera berlogo tawheed yang dibakar oleh anggota Banser di Garut, Senin.
Ketua PBB Yusril Ihza Mahendra menyampaikan usul kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan masalah pembakaran bendera dengan tulisan Arab “Tauhid.

Berita Nasional.co – Dia mengatakan presiden harus mengundang organisasi Islam dan Islam. ‘pemimpin dan juga ulama.
“Saya mengusulkan agar Presiden Jokowi mengundang ormas-ormas Islam, ulama, dan Ulama Indonesia Coucil (MUI) untuk membahas dan menyelesaikan masalah,” kata Yusril di Jakarta, Jumat.

Dia mencatat bahwa setiap komponen seharusnya tidak membuat pernyataan pribadi, karena dapat memicu kerusuhan. Apalagi media sosial tidak bisa dikendalikan. Yusril mengatakan ini terlepas dari fakta bahwa Menteri Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto telah mengundang organisasi massa Islam untuk menyelesaikan insiden pembakaran bendera.

“Akan lebih baik jika presiden mengundang para pemimpin organisasi massa Islam dan ulama, sehingga masalah itu dapat diselesaikan secara damai,” katanya.
Ketua partai PBB, yang adalah mantan menteri hukum dan hak asasi manusia, menyerukan semua pihak untuk menjadi bijaksana dan berhati-hati terkait dengan kasus pembakaran bendera. Dia mengatakan orang-orang yang bertanggung jawab atas pembakaran bendera harus mencari pengampunan Tuhan dan meminta maaf kepada komunitas Muslim.

“Masalah ini seharusnya tidak memperpanjang dan membagi kita Muslim dan menciptakan kerusuhan,” katanya.

Bendera yang memuat tulisan Arab Tauhid dibakar oleh beberapa anggota sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) pada Hari Santri Nasional pada 22 Oktober di Garut, Jawa Barat.

Bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia, tauhid (tauhid), yang berarti “kesatuan (Tuhan),” adalah konsep kesatuan monoteisme yang tak terpisahkan dalam Islam dan konsep sentral dan tunggal terpenting agama, yang di atasnya seluruh keyakinan umat Islam berada.

Insiden itu dikutuk oleh berbagai ulama Islam dengan alasan bahwa bendera yang berisi tulisan Tauhid biasanya digunakan oleh Nabi Muhammad (saw). Sekitar seribu Muslim menggelar unjuk rasa damai untuk memprotes pembakaran bendera hitam, dengan tulisan Arab “Tauhid” di Jakarta Pusat setelah salat Jumat, kata juru bicara polisi.

Kepolisian Metropolitan Jakarta menerima surat pemberitahuan dari panitia penyelenggara rapat “Tahanan Tauhid”, juru bicara polisi Jakarta, Sen.Coms.Argo Yuwono, menyatakan di sini pada hari Jumat.

Sementara itu, sayap pemuda NU, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) mengerahkan sekitar dua ribu anggota untuk mengamankan gedung NU dan GP Ansor di Jakarta Pusat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *