Kepolisian di Jakarta Menemukan Jaringan Yang Memperdagangkan 1.200 Pekerja Rumah Tangga Ke Suriah

Kepolisian di Jakarta Menemukan Jaringan Yang Memperdagangkan 1.200 Pekerja Rumah Tangga Ke Suriah, Badan investigasi kriminal Kepolisian Nasional telah mengumumkan bahwa mereka telah menemukan empat jaringan perdagangan manusia yang mengirim sekitar 1.200 orang Indonesia untuk bekerja di Suriah, Turki, Maroko dan Arab Saudi.

Berita Nasional.co – Direktur investigasi kriminal Brigjen. Jenderal Herry Rudolf Nahak mengatakan pada hari Selasa di markas polisi Jakarta bahwa dua tersangka, Mutiara dan Farhan, telah ditangkap karena dilaporkan perdagangan orang dari Nusa Tenggara Barat dan Jakarta ke Maroko. Keduanya dilaporkan mengirim korban mereka dari Sumbawa di Nusa Tenggara Barat ke Jakarta, sebelum mengirim mereka ke Malaysia melalui Batam, Kepulauan Riau. Dari Malaysia, para korban dikirim ke Maroko.

“Para pekerja Indonesia migran ini menyadari bahwa mereka telah ditipu setelah mereka dipaksa menderita banyak pelanggaran termasuk kekerasan, pemerkosaan dan gaji yang tidak dibayar. Mereka melarikan diri dan melaporkan kasus mereka ke kedutaan atau kantor konsulat umum, ”kata Herry seperti dikutip kantor berita Antara.

Secara terpisah, Kepolisian di Jakarta juga menangkap dua orang Bandar Judi Togel Dingdong Online yang dilaporkan telah memperdagangkan korban ke Turki. Para tersangka, Erna Rachmawati dan Saleha, juga merekrut pekerja migran dari Nusa Tenggara Barat dan Jakarta.

Tersangka lain yang bekerja untuk jaringan perdagangan manusia yang berbasis di Suriah, Muhammad Abdul Halim, alias Erlangga, ditangkap di Tangerang, Banten. Dia merekrut pekerja dari Tangerang dan telah bekerja untuk jaringan tersebut sejak 2014.

Herry mengatakan tiga tersangka yang diduga mengirim pekerja rumah tangga ke Arab Saudi juga telah ditangkap. Mereka diidentifikasi sebagai warga negara Ethiopia Faisal Hussein Saeed dan Abdalla Ibrahim dan Neneng Susilawati Indonesia.

“Faisal dan Abdalla adalah pengungsi,” kata Herry. Mereka menahan korban di apartemen sebelum mengirim mereka ke luar negeri. Mereka juga memiliki karyawan, tambah petugas itu.

Keempat jaringan menjanjikan pekerjaan para korban sebagai pekerja rumah tangga dengan gaji tinggi. Secara total, Herry mengatakan jaringan telah memperdagangkan sekitar 1.200 orang sejak 2014, lapor kompas.com.

Kepolisian di Jakarta akan menuntut delapan tersangka berdasarkan pasal 4 dan 10 UU Perdagangan Manusia, yang dijatuhi hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *