Kepala Negara Indonesia Menyesalkan Eksekusi Tuti Tursilawati

Kepala Negara Indonesia Menyesalkan Eksekusi Tuti Tursilawati Pemerintah Saudi mengeksekusi Tuti Tursilawati tanpa pemberitahuan kepada pemerintah Indonesia.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan eksekusi pekerja migran Indonesia Tuti Tursilawati di Arab Saudi.

Berita Nasional.co – Eksekusi dilakukan pada hari Senin (29 Oktober) tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia di negara tersebut.

“Kami menyesal itu dilakukan tanpa pemberitahuan,” kata Jokowi pada Rabu (31 Oktober).

Tuti dieksekusi oleh Pemerintah Arab Saudi, sebagai hukuman atas kasus pembunuhan terencana ayah majikannya pada tahun 2010. Menurut hukum pidana Saudi, tindakan itu dapat dihukum dengan memiliki ghillah (kematian mutlak).
Arab Saudi adalah negara yang tidak mematuhi kewajiban untuk memberikan pemberitahuan kepada keluarga atau pemerintah dari narapidana hukuman mati. Namun, pemberitahuan dianggap penting untuk mempersiapkan keluarga terpidana.

“Saya mendapatkan informasi bahwa pekerja Indonesia kami, Ny. Tuti dieksekusi pada 29 Oktober, dan seperti kasus sebelumnya itu dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Konsulat Jenderal Indonesia,” Jokowi menjelaskan.

Berdasarkan data kelompok advokasi Migrant CARE, setidaknya ada lima pekerja Indonesia di Arab Saudi yang dieksekusi tanpa pemberitahuan resmi kepada pemerintah. Mereka adalah Zaini Misrin, Yanti Irianti, Ruyati, Siti Zaenab, dan Karni.

“Kami telah memanggil Menteri Luar Negeri Arab Saudi untuk memprotes tentang eksekusi. Pekan lalu, saya juga menyampaikannya, serta perlindungan bagi pekerja Indonesia di sana, ”kata Jokowi.

Menurut Jokowi, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi. Dia juga memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Mohammed Al-Shuaibi untuk memprotes dan menyatakan ketidaksetujuan atas eksekusi tersebut.

“Saya telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk menyediakan fasilitas bagi keluarga Ny. Tuti untuk pergi ke sana tiga kali,” kata Jokowi.

Kepala Negara Indonesia menyesalkan dan telah menyampaikan keberatannya atas kasus tersebut berkali-kali kepada Raja Salman, Putra Mahkota Muhammad bin Salman Al Saudi, dan Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al Jubeir. Dia menekankan upaya politik telah dilakukan.

Tuti dijatuhi hukuman mati pada tahun 2011 atas tuduhan pembunuhan terencana ayah majikannya, Suud Mulhak al-Utaibi pada tahun 2010. Menurut informasi yang diperoleh dari ibunya, yang telah bertemu Tuti di Arab Saudi pada bulan April tahun ini, Tuti melakukan pembunuhan karena dia dilecehkan oleh ayah majikannya.

Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya untuk meringankan hukuman dengan bantuan konsuler sejak 2011, tiga kali pengangkatan pengacara, tiga kali banding. Selain itu, peninjauan kembali telah diajukan dua kali dan sebuah surat kepada raja Arab Saudi telah dikirimkan.

Namun, semua upaya itu tidak dapat meringankan hukuman yang dikenakan pada Tuti. Saat ini, ada 20 pekerja Indonesia di Arab Saudi yang menghadapi hukuman mati di mana dua dari mereka memiliki kekuatan hukum tetap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *