Kementerian Pekerjaan Umum Indonesia Berharap Pinjaman Bank Dunia

Kementerian Pekerjaan Umum Indonesia Berharap Pinjaman Bank Dunia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan siap untuk memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk pinjaman Bank Dunia untuk membiayai program Proyek Pembangunan Pariwisata Indonesia (ITDP).

Berita Nasional.co – Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Regional (BPIW) Kementerian PUPR Hadi Sucahyono mengatakan BPIW siap untuk melihat bahwa penandatanganan pinjaman dan efektifitas pinjaman untuk Proyek Pengembangan Pariwisata Indonesia akan berjalan seperti yang diharapkan.

“Penandatanganan pinjaman dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2018. dan efektifitas pinjaman akan menyusul pada 1 November 2018,” kata Hadi.

Dia mengatakan Bank Dunia diharapkan menyediakan US $ 300 juta untuk pengembangan sektor pariwisata di Indonesia.

Dia mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk perluasan kapasitas lembaga untuk memfasilitasi pengembangan industri pariwisata terpadu dan berkelanjutan, peningkatan kualitas jalan, dan akses layanan dasar di daerah wisata terpilih, mendorong partisipasi lokal dalam industri pariwisata dan penciptaan lingkungan yang kondusif untuk menarik keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan pariwisata.

Dia mengatakan US $ 22 juta dari dana pinjaman akan digunakan untuk memfasilitasi pengembangan industri pariwisata terpadu dan berkelanjutan, US $ 239,6 juta untuk peningkatan kualitas jalan dan akses layanan dasar di kawasan wisata terpilih, US $ 37,1 juta untuk partisipasi lokal dalam industri pariwisata dan AS. $ 1,3 juta untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menarik keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan pariwisata.

Sebelumnya Kementerian PUPR mengatakan pihaknya menjamin kesiapan infrastruktur di 12 bidang strategis prioritas pariwisata nasional untuk memastikan bahwa target untuk menarik 20 juta kunjungan oleh wisatawan asing pada tahun 2019 bisa menjadi kenyataan.

Hadi Sucahyono mengatakan dalam siaran pers pada hari Senin bahwa BPIW sekarang sibuk menyediakan infrastruktur terpadu di empat sektor untuk 12 bidang strategis prioritas pariwisata nasional untuk mendukung proyek tujuan wisata “Bali Baru”.

Keempat sektor tersebut adalah pengembangan konektivitas dan infrastruktur perumahan, pengelolaan sumber daya air, dan penyediaan perumahan.

Ke-12 kawasan strategis prioritas adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Wakatobi, Labuan Bajo, Morotai, Toraja, dan Mandeh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *