Joko Widodo Berduka Atas Korban Tewas Pekerja Trans Papua

Joko Widodo Berduka Atas Korban Tewas Pekerja Trans Papua sehingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan belasungkawa dari rakyat Indonesia, yang berduka atas kematian pekerja konstruksi yang terbunuh saat membangun jembatan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Berita Nasional.co – Serangan Kelompok Kriminal Bersenjata, membunuh pekerja Istaka Karya di Nduga, Papua, pada hari Minggu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan belasungkawa dari rakyat Indonesia, yang berduka atas kematian pekerja konstruksi yang terbunuh saat membangun jembatan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. Kejadian itu, pada kenyataannya, memperkuat tekad bangsa untuk mengembangkan Papua, katanya.

“Saya, atas nama rakyat, bangsa, dan negara, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada semua keluarga korban. Mari kita bersama-sama berdoa agar jiwa para pahlawan pembangunan Trans Papua, diterima selain Tuhan, Yang Maha Kuasa,”┬áJoko Widodo berduka menginformasikan kepada pers di sini, Rabu.

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto dan Wakil Kepala Polisi Komisaris Jenderal Ari Dono saat ini berada di Papua untuk menangani tragedi tersebut, menurut presiden. Jokowi telah memerintahkan para pemimpin TNI dan Polisi Nasional untuk menangkap setiap pelaku yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.

“Saya menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua dan juga di setiap sudut negara,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Jayawijaya Adj. Sr Com. Yan Peter Reba mencatat bahwa kelompok pemberontak membunuh 24 pekerja pertama dan tujuh lainnya, yang berusaha bersembunyi di rumah seorang anggota parlemen lokal, dan kemudian terbunuh.

Seorang juru bicara Militer Papua Letnan Kolonel Dax Sianturi mengatakan bahwa insiden itu, yang terjadi pada 2 Desember, melibat kan kelompok kriminal bersenjata di bawah Egianus Kogoyaa. Kelompok itu, dengan sekitar 40 anggota, diketahui terlibat dalam insiden kekerasan serupa.

Kelompok itu juga menyerang sebuah pos militer di Mbua, di distrik Nduga, membunuh seorang tentara dan melukai seorang tentara lainnya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan bahwa pembangunan akan berlanjut di Papua sebagaimana dijadwalkan meskipun ada pembunuhan 31 pekerja konstruksi di sana oleh orang-orang bersenjata. Moeldoko digambarkan sebagai barbar pembunuhan 31 pekerja konstruksi membangun jembatan yang membentang sungai Yigi dan Aurak di Distrik Yall.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *