Istaka Karya Terus Fokus Mengevakuasi Korban Penembakan

Istaka Karya Terus Fokus Mengevakuasi Korban Penembakan Winarto mengakui bahwa sebagian besar pekerja berasal dari Sulawesi. Namun, identitas para korban akan di laporkan setelah selesai nya proses evakuasi, dan mereka akan di larikan ke Wamena.

Berita Nasional.co – Serangan Kelompok Kriminal Bersenjata, membunuh pekerja Istaka Karya di Nduga, Papua, pada hari Minggu.

Direktur Utama PT Istaka Karya Sigit Winarto membenar kan bahwa 28 pekerja telah menjadi korban serangan oleh Kelompok Pidana Bersenjata di Papua, tetapi mereka belum di evakuasi dari lokasi. Maka nya, perusahaan akan fokus mengevakuasi korban.

Sebelum nya di laporkan bahwa 31 pekerja perusahaan tewas dalam serangan itu. Namun, Winarto mengata kan bahwa perusahaan, sejauh ini, menegas kan bahwa 28 pekerja telah menjadi korban.

“Namun, kami masih berkoordinasi untuk mengetahui angka sebenar nya. Kami belum dapat memasti kan jumlah korban,” kata Winarto saat konferensi pers di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan terkait dengan tragedi yang menimpa pekerja konstruksi jembatan di Provinsi Papua pada hari Selasa.

Dia mengata kan bahwa setiap pekerjaan yang terkait dengan proyek Seksi Trans Papua selalu dikoordinasi kan dengan pasukan keamanan Indonesia.

“Kami meningkat kan kesadaran dan melakukan mekanisme keamanan internal. Kami juga bekerja sama dengan pekerja dan administrator lokal,” kata Winarto.

Menurut Winarto, beberapa peristiwa yang mengganggu telah terjadi dalam proses pembangunan Trans Papua. Dia menjelas kan semua nya bisa diatasi melalui negosiasi di tingkat lokal.

“Sebenarnya kami punya telepon satelit di lapangan. Namun, satu sampai tiga hari sebelum kejadian, telepon satelit tidak bisa di hubungi. Sampai sekarang, saya belum bisa menjalin kontak,” jelas nya.

Saat ini, pekerjaan pada proyek ini telah ditunda, menunggu rekomendasi oleh pasukan keamanan.

“Tim kami dan menteri akan mengunjungi Wamena malam ini juga. Kami harus menjelaskan nya sesegera mungkin. Kami akan pergi ke lokasi, dan aspek yang paling penting adalah evakuasi korban,” kata nya.

Winarto juga menambah kan bahwa pekerjaan pada proyek, senilai Rp184 miliar, telah di mulai sejak 2016 dan di rencanakan selesai pada akhir 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *