Integrasi PGN-Pertagas Selesai Bulan Desember 2018

Integrasi PGN-Pertagas Selesai Bulan Desember 2018 Direktur Keuangan PGN Said Riza Pahlevi mengatakan kepada Antara di Batam hari Sabtu bahwa proses integrasi adalah sebagai tindak lanjut pembentukan Badan Usaha Milik Negara Minyak dan Gas Bumi (BUMN) Holding dibawah perusahaan minyak gas milik negara PT Pertamina.

Proses integrasi perusahaan milik negara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas) ditargetkan akan selesai pada pertengahan Desember 2018.

Berita Nasional.co – Sebenarnya, proses integrasi kedua perusahaan yang terlibat dalam pengelolaan dan distribusi gas alam telah mengalami penundaan.

“Ada perubahan skenario setelah kami menandatangani Perjanjian Pembelian Penjualan Bersyarat (CSPA) dengan Pertagas pada 28 Juni 2018,” katanya.

Dia menjelaskan, setelah penandatangan CSPA, PGN punya 90 hari sebelum penutupan yang akan jatuh pada 29 September 2018.

Namun dalam prosesnya, ada empat anak perusahaan PT Pertagas yang memaksa perubahan dalam proses integrasi. Namun Pahlevi memastikan bahwa PGN akan terus memperoleh PT Pertagas dan anak perusahaannya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam kertas putih pemerintah.

Dia menjelaskan, saat ini PGN masih menyelesaikan proses audit dan re-evaluasi, termasuk akuisisi empat anak perusahaan PT Pertagas, yang sesuai jadwal akan berakhir pada 21 Desember 2018.

Keempat anak perusahaan PT Pertagas yang masih dalam tahap administrasi dan penilaian ulang adalah PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta-Samtan GAS dan PT Pertagas Kalimantan Gas.

Managing Director PT PGN, Gigih Prakoso menjelaskan, rencana awal akuisisi Pertagas menyangkut bisnis terkait pengelolaan gas alam. Namun, ada empat anak perusahaan PT Pertagas yang tidak sejalan dengan rencana semula berdasarkan sektor bisnis utama PT PGN, yaitu dalam pengelolaan gas alam.

PT Perta Daya Gas bergerak di bidang kelistrikan sementara PT Perta-Samtan GAS mengelola bisnis LPG. Prakoso menekankan bahwa PGN akan dipandu oleh kertas putih pemerintah dalam melaksanakan rencana integrasi.

“Pada awal CSPA, kami hanya fokus pada bagian Pertagas yang sejalan dengan bisnis utama dengan PGN. Jadi, beberapa sektor bisnis yang tidak terkait dengan gas alam terputus. Tapi kami tetap konsisten dengan kertas putih pemerintah. Kami setuju bahwa November atau Desember akan selesai. Empat anak perusahaan Pertagas termasuk dalam investasi, “kata Prakoso.

Penetapan holding minyak dan gas milik negara dimulai dengan persetujuan pemerintah melalui penerbitan Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke PT Pertamina yang ditandatangani pada 28 Februari 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *