Instalasi Seni Rp550 Juta, Uang Dapat Digunakan Untuk Tujuan lain

Penghapusan instalasi seni bambu berjudul Getah Getih dari dekat lingkaran lalu lintas Hotel Indonesia pada hari Rabu telah meninggalkan tempat kosong di daerah tersebut.

Berita Nasional.co – Karya seni setinggi 5,5 meter yang dibongkar, yang menelan biaya administrasi kota Rp550 juta (US $ 39.399), telah dipindahkan ke Ragunan di Jakarta Selatan. Bagian bambu yang belum rusak akan digunakan untuk membuat struktur bambu di taman.

Pegawai swasta Fitriana, yang bekerja di dekat lingkaran lalu lintas, mengatakan dia setuju dengan keputusan untuk menghapusnya karena itu bukan lagi pesta bagi mata karena bambu telah menjadi rapuh karena kondisi cuaca.

“[Karya seni] tidak lagi cocok untuk dipajang,” katanya, Kamis seperti dilansir kompas.com.

Seorang lokal melewati daerah itu pada hari Kamis, Aidil, Bandar Judi Togel Dingdong Online mengatakan dia tidak keberatan pemindahannya.

“Saya dengar harganya Rp550 juta. Itu wajar untuk karya seni, “katanya.

Warga lain, Bima Putra, menyesalkan jumlah yang dialokasikan untuk sesuatu yang berlangsung kurang dari setahun.

“[Uang] bisa digunakan untuk keperluan lain, seperti perbaikan jalan,” katanya.

Karya seni yang dibuat oleh Joko Avianto, seorang seniman kelahiran Jawa Barat, mengatakan kualitas udara Jakarta yang buruk telah berkontribusi pada kualitas karya seni yang menurun, karena ketahanan instalasi seni bambu tergantung pada lokasi penempatannya dan kondisi lingkungan. .

“Karena bambu berserat dan keropos, bambu menyerap [polutan dari] air dan udara. Bambu seperti indikator kualitas lingkungan. Jika lingkungannya terlalu tercemar, itu yang terjadi, “katanya, Kamis.

Dia mengutip contoh instalasi di kota-kota lain yang lebih tahan lama daripada yang ada di Jakarta.

Meskipun udara tercemar, Joko mengatakan pembongkaran telah lama direncanakan. Karya seni ini awalnya diproyeksikan berdiri hanya enam bulan setelah dipasang pada 16 Agustus tahun lalu.

Itu dipasang untuk memperingati ulang tahun ke-73 Indonesia dan untuk menyambut Asian Games.

“[Pembongkaran] itu sudah direncanakan. Daya tahan karya seni adalah satu tahun, meskipun awalnya direncanakan selama enam bulan, ”katanya.

Getah Getih mengacu pada bendera merah-putih dari kerajaan Majapahit abad ke-13 yang menjadi bendera nasional negara itu. Karya seni itu ditopang oleh 73 batang bambu yang melambangkan 73 tahun kemerdekaan. Bentuknya melambangkan persatuan.

Sementara itu, anggota dewan Gembong Warsono dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengkritik jumlah yang dihabiskan untuk karya seni tersebut. Dia ingat bahwa para anggota dewan mempertanyakan daya tahan karya seni tahun lalu.

“Itu mubazir [sia-sia]. Kita harus benar-benar berhati-hati dalam menggunakan uang publik karena itu bukan uang tunai kecil. Pada saat itu, kami menghargai inisiatif gubernur untuk memberikan ruang kepada seniman lokal untuk memamerkan karya mereka. Selain itu, mereka mengatakan bahwa mereka memiliki cara untuk membuatnya [karya seni bambu] bertahan lama, tetapi sekarang sudah dibongkar. “(Sau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *