IMF Tidak Memberikan Pinjaman Kepada Negara Tidak Krisis

IMF Tidak Memberikan Pinjaman Kepada Negara Tidak Krisis dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia tidak menghadapi krisis, tidak berharap pinjaman baru.
Menteri Keuangan Sri Mulyani membantah keras dugaan bahwa pemerintah menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia. Sehingga dianggap berencana mengharapkan pinjaman baru. Tuduhan itu sepenuhnya tidak berdasar, katanya.


Berita Nasional – Sri Mulyani menegaskan bahwa IMF tidak akan memberikan bantuan kepada negara-negara yang tidak menghadapi krisis. “IMF diberi mandat untuk memberikan bantuan hanya kepada negara yang dilanda krisis dan bantuan diberikan jika diminta negara itu,” katanya dalam sebuah pernyataan yang diterima di sini pada Senin.

Dia melanjutkan untuk menjelaskan fungsi-fungsi Badan Moneter Dunia seperti koperasi menyediakan pinjaman sementara untuk menopang perekonomian anggotanya. Dia menegaskan kembali bahwa Indonesia tidak menghadapi krisis.

“Industri perbankan kami sehat. PDB kami masih tumbuh 5 persen, penyempitan defisit anggaran negara, inflasi rendah dan moneter stabil. Kami yakin jika fleksibilitas ekonomi kami dapat dipertahankan, kami akan dapat menyesuaikan diri dengan ekonomi global saat ini. perkembangan, “katanya.
Pertemuan IMF-WB 2018 seminggu yang dibuka pada hari Senin di Nusa Dua, Bali, adalah pertemuan ekonomi terbesar di dunia dengan peserta yang terdiri dari delegasi IMF dan Bank Wold, menteri keuangan dan pemimpin bank sentral dari 189 negara dan undangan lainnya termasuk pengamat, pemimpin bisnis dan wartawan.

Indonesia adalah negara-negara Asia ke-4 yang pernah menyelenggara kan pertemuan tahunan IMF-WB setelah Singapura, Thailand, dan Filipina. Pertemuan Nusa Dua dikatakan sebagai acara tahunan terbesar IMF-WB dalam hal peserta.

Pertemuan Nusa Dua diharapkan dihadiri oleh sekitar 30.000 peserta termasuk 5.000 delegasi dan 25.000 peserta lainnya.

Pemerintah Indonesia memperkirakan bahwa biaya pertemuan sekitar Rp850 miliar tetapi Indonesia diharapkan memperoleh lebih dari biaya meskipun tidak secara langsung.

Bappenas mengatakan, pendapatan langsung diharapkan dari pengeluaran oleh para peserta yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 triliun dan keuntungan tidak langsung adalah dampak pada pariwisata negara itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *