Harimau Sumatera Menjadi Ancaman Warga Sekitar

Harimau Sumatera Menjadi Ancaman Warga Sekitar, Mardian, seorang warga desa Pungkat di Indragiri Hilir, Riau, menderita luka parah setelah diserang oleh harimau Sumatra pada hari Sabtu,

Berita Nasional.co – Insiden itu terjadi sekitar pukul 1 siang. ketika Mardian dan dua rekan kerjanya, Bujang dan Nahar, sedang mengangkut kayu di area hutan dekat desa Simpang Gaung di distrik Gaung, Indragiri Hilir.

Bujang dan Nahar mengatakan mereka berjalan di depan Mardian ketika mereka mendengar teriakan. Berbalik, mereka melihat Mardian diserang oleh harimau.

Bujang dilaporkan mencoba melawan hewan itu dengan sepotong kayu, sementara Nahar berlari mencari bantuan di desa terdekat. Nahar dapat kembali dengan Edi dan bersama-sama, mereka berhasil mengeluarkan Mardian dari cengkeraman harimau.

Hewan itu melarikan diri ke hutan dan 31 tahun dilarikan ke desa Simpang Gaung untuk bantuan medis. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan oleh keluarganya.

Kepala Polisi Gaung Inspektur Pertama. Walsum Bandar agen judi togel online mengatakan korban sedang menjalani perawatan intensif untuk luka di kepala dan wajahnya.

“Korban telah dirawat oleh tim medis, tetapi dia belum bisa pulang,” kata Walsum pada hari Minggu.

Konflik antara manusia dan harimau sering terjadi di Indragiri Hilir. Tahun lalu, seekor harimau betina bernama Bonita secara fatal menyerang warga Jumiati dan Yusri Efendi dalam dua insiden terpisah.

Jumiati diserang pada bulan Januari di sebuah perkebunan kelapa sawit dan Yusri diserang dua bulan kemudian ketika bekerja di hutan.

Bonita kemudian ditangkap dan dibawa ke pusat konservasi hewan Sumatra di Dharmasraya, Sumatra Barat.

Seekor harimau Sumatra yang dilaporkan menyerang warga Kerinci, Jambi, pekan lalu telah kembali ke habitat aslinya di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) setelah diusir dari area perkebunan, kata seorang pejabat konservasi.

Kepala divisi konservasi Badan Konservasi Sumber Daya Alam Jambi (BKSDA), Udin Ikhwanuddin, mengatakan jagawana badan tersebut telah memantau pergerakan macan berusia 2 tahun sejak hari Jumat dan menyimpulkan bahwa spesies yang terancam punah telah meninggalkan area perkebunan tempat ia berkeliaran. tentang selama beberapa hari terakhir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *