Hal penting Dipelajari Indonesia Bersama Industri Film Tiongkok

Hal penting Dipelajari Indonesia Bersama Industri Film Tiongkok Presiden China Group Group Corporation Le Kexi mengungkapkan bahwa ada tiga hal penting dari kemajuan industri film Tiongkok yang harus dipelajari Indonesia.

Berita Nasional.co – “Pertama, harus ada peraturan, kebijakan atau peraturan untuk masyarakat internasional. Karena ini adalah hal paling dasar untuk mengembangkan industri film,” kata Le Kexi di Nusa Dua, Bali, Rabu (11/07).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dengan banyaknya penduduk Indonesia dan keragaman budaya yang ada, jika Indonesia bisa terbuka untuk orang luar yang membawa pengalaman, teknologi dan pengetahuan mereka tentang industri film, dengan kondisi ini industri film Indonesia bisa berkembang pesat.

“Hal penting kedua adalah dari ekosistem, misalnya Indonesia harus membangun banyak bioskop dan memproduksi film yang lebih baik,” kata Le Kexi.

Menurutnya, banyak bioskop harus dibangun karena tanpa jumlah bioskop yang memadai, film yang bagus tidak bisa diputar. Maka dari itu ekosistem industri film harus baik dari bioskop, film kemudian penonton.

“Yang ketiga adalah mendorong kerjasama produksi bersama antara kedua negara, karena dengan ini di tingkat negara, itu akan sangat membantu industri film di Indonesia,” kata Le Kexi setelah menyampaikan materi pada konferensi utama di Konferensi Dunia. tentang Ekonomi Kreatif.

Dia menjelaskan bahwa dengan adanya co-produksi bilateral, Indonesia memiliki kesempatan untuk memamerkan budaya negara dan mendidik sumber daya manusia Indonesia.

Le Kexi juga menjelaskan bahwa film-film produksi bersama China yang ditayangkan di bioskop-bioskop negara itu hanya 10 persen, tetapi box office bisa melebihi 50 persen.

“Kuota film produksi bersama ini tidak mengambil kuota skrining film asing yang ditetapkan oleh China, tetapi termasuk kuota film nasional,” katanya.

Le Kexi adalah salah satu dari beberapa pakar industri film yang hadir sebagai pembicara pada saat Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif di Bali. Konferensi dunia pertama untuk dapat membahas ekonomi kreatif dihadiri oleh delegasi dari lebih dari 30 negara dan 1500 peserta.

Diharapkan kerjasama ini bisa memajukan industri perfilman Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *