Habib Bahar Lebih Suka Ditahan Daripada Meminta Maaf

Habib Bahar Lebih Suka Ditahan Daripada Meminta Maaf dan Habib Bahar bin Smith bersumpah bahwa dia tidak akan meminta maaf karena ceramahnya diduga mengandung penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia juga mengatakan bahwa dia lebih suka ditahan di penjara, daripada meminta maaf atas pidatonya.

Berita Nasional.co – Beberapa pihak mengajukan laporan polisi terhadap Habib Bahar atas dugaan perkataan yang mendorong kebencian.

“Saya tidak akan pernah meminta maaf, saya lebih suka membusuk di penjara, Allahu Akbar,” kata Habib Bahar di Monas, Jakarta Pusat, pada hari Minggu.

Habib Bahar yang menghadiri 212 Alumni Reunion Rally mengatakan dia tidak takut terhadap kasus tersebut. Dia menolak untuk menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya.

“Demi Allah, aku tidak akan pernah meminta maaf,” katanya lagi.

Menurut Habib Bahar, ia memiliki alasan sendiri dalam menyebut presiden sebagai banci. Dia mengatakan bahwa Jokowi melarikan diri ketika ribuan ulama dan habaib berkumpul di depan istana negara pada tanggal 4 November 2016 untuk menyerukan penuntutan Gubernur Jakarta-waktu itu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atas penodaan agama.

Habib Bahar juga mengutuk penggunaan gas air mata untuk menundukkan para pengunjuk rasa, terutama ulama dan habaib. Dia mengatakan Jokowi sebagai pengkhianat negara dan orang-orang sebagai presiden tidak menanggapi permintaan ulama untuk bertemu selama 411 reli pada 4 November 2016.

“Mungkin ada banyak pertanyaan, mengapa saya katakan Presiden Jokowi banci? Pertama karena unjuk rasa 411, ribuan ulama dan habaib berkumpul di istana, tetapi kemudian mereka ditembaki dengan gas air mata. Presiden melarikan diri,” Bahar kata.

Pawai 411 dikenal sebagai Aksi Kedua untuk Mempertahankan Islam untuk menyerukan penuntutan Gubernur Jakarta-waktu itu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk penodaan agama. Jokowi meninggalkan Istana dan melanjutkan agendanya untuk meninjau proyek kereta api kereta api bandara.

“Jika Anda bertemu Jokowi, Anda bisa membuka celananya, mungkin ia mengalami menstruasi karena ia tampak seperti banci,” kata Habib Bahar.

Sebagai tanggapan atas ceramahnya, Habib Bahar dilaporkan ke Polisi Nasional oleh Sekretaris Jokowi Mania. Selain itu, laporan juga datang dari Cyber ​​Indonesia Muannas Aladid ke Polda Metro Jaya.

β€œIni bukan kritik atau ceramah yang bagus, jika dia ingin protes, tolong tapi jangan melecehkan seperti itu. Tidak pantas untuk orang yang dipanggil habib atau ulama, ”kata Muannas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *