Gerindra, Pedagang Perdagangan Dems Atas Ketidakhadiran Anies Di Pertemuan

Gerindra, Pedagang Perdagangan Dems Atas Ketidakhadiran Anies Di Pertemuan, Partai Gerindra dan Partai Demokrat (Dems) sekali lagi menemukan diri mereka di sisi yang berlawanan dari tabel di atas Gubernur Jakarta Anies Baswedan, yang telah menjadi sorotan karena tidak bergabung dengan rekan-rekannya pada pertemuan hari Rabu untuk rekonsiliasi setelah pemilihan presiden yang berjuang keras.

Berita Nasional.co – Gerindra dan Dems sering berselisih sepanjang pemilu, meskipun mereka berada dalam koalisi yang mendukung Prabowo.

Dalam pembelaan Anies, juru bicara kampanye Prabowo Andre Rosiade bahkan mengklaim bahwa acara tersebut mirip dengan “kampanye untuk Presiden”, karena sebagian besar dihadiri oleh para pemimpin daerah dan tokoh masyarakat muda yang mendukung Joko “Jokowi” Widodo.

Juru bicara itu berasal dari Partai Gerindra, Bandar Judi Togel Dingdong Online yang mendukung Anies dalam pemilihan gubernur Jakarta 2017 bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Andre berkomentar setelah anggota Dems yang blak-blakan Andi Arief menunjukkan bahwa Anies “jelas tidak ada” pada pertemuan tersebut, yang juga dihadiri oleh Agus Harimurti Yudhoyono, putra tertua pelindung Dems dan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Andi mengatakan bahwa Agus telah membuktikan keberaniannya dengan bergabung dengan seruan agar negara itu mempertahankan persatuan setelah pemilihan, yang rupanya telah memecah belah elit politik, intelektual, dan tokoh agama bangsa.

“Teman saya @aniesbaswedan seharusnya tidak diam dan tetap bermain aman,” tweeted Andi pada akunnya sambil merujuk ke pegangan Twitter gubernur di jab jelas.

Andre Gerindra kemudian pergi ke Twitter untuk mengkritik Dems karena “menghina” gubernur.

“Demokrat tidak mendukung @aniesbaswedan [dalam pemilihan] tetapi mengapa mereka sangat berisik karena gubernur Jakarta berfokus pada bekerja daripada berkampanye untuk pemilihan presiden seperti yang dilakukan para pemimpin daerah lainnya di Bogor,” tweetnya.

Andre melanjutkan bahwa aneh bahwa Dems mencemooh Anies karena melewatkan pertemuan itu, yang dihadiri oleh para pemimpin daerah yang telah mendukung Jokowi dan “mengamati kursi menteri di Kabinet Jokowi”.

“Mas [mister] @aniesbaswedan tidak mau mendaftar sebagai menteri,” katanya.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa dia telah mengundang Anies ke acara tersebut di Museum Kepresidenan Kirti di Bogor, Jawa Barat, tetapi Anies harus menghadiri pertemuan resmi lainnya di Jakarta.

Hubungan antara para pemimpin Gerindra dan Dems telah tegang, terutama setelah Susilo mengkritik rapat umum Prabowo di Jakarta Pusat seminggu sebelum pemilihan 17 April.

Dems juga menyatakan bahwa partai akan menunggu pengumuman resmi tentang hasil pemilihan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelum mengambil tindakan apa pun. Ini sangat kontras dengan Prabowo, yang telah mengklaim kemenangan untuk dirinya sendiri beberapa kali sejak hari pemilihan, meskipun hasil penghitungan cepat dan penghitungan suara KPU yang sedang berlangsung menunjukkan Jokowi sebagai yang terdepan.

Selanjutnya, Jokowi baru-baru ini bertemu dengan Agus di Istana Presiden di Jakarta, mendorong spekulasi bahwa Dems mungkin akan bergabung dengan koalisi yang berkuasa.

Para pemimpin daerah yang menghadiri pertemuan Bogor termasuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Yenny Wahid, putri mantan presiden Abdurrahman “Gus Dur” Wahid, juga menghadiri acara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *