Filipina Indonesia Menandatangani 10 Perjanjian Perbatasan

Filipina Indonesia Menandatangani 10 Perjanjian Perbatasan terkait dengan perbatasan dua negara tetangga. Perjanjian itu ditandatangani pada pertemuan ketua Komite Perbatasan Indonesia dan Filipina. Ketua delegasi Indonesia untuk pertemuan diwakili oleh Commodore Achmad Heri, komandan Angkatan Laut Base III.

Berita Nasional.co – “Kami membahas 13 item yang terkait dengan masalah perbatasan antara Indonesia dan Filipina, tetapi hanya 10 perjanjian yang dicapai dan telah ditandatangani,” kata Heri.

Dia mengatakan pertemuan komite rutin setiap tahun antara dua negara ASEAN, menambahkan, “kali ini adalah yang ke-38.”

Dia mengatakan 10 item yang disepakati dalam sesi ke-38 Komite terkait dengan imigrasi, bea cukai, karantina dan keamanan di daerah perbatasan.

“Masih ada tiga item di mana perjanjian belum tercapai. Mereka lebih penting terkait dengan imigrasi di sejumlah daerah perbatasan tertentu. Masalah ini akan dibahas nanti dalam pertemuan komite berikutnya,” katanya.

Heri tidak menyebutkan nama daerah perbatasan yang dianggap lebih rentan terhadap penetrasi ilegal oleh orang-orang dari Indonesia dan Filipina.

“Pada prinsipnya, sesi komite akan membahas bagaimana orang-orang dari kedua belah pihak dapat saling mengunjungi dengan mudah untuk mengurangi masalah yang mungkin antara kedua komunitas,” katanya.

Kepala delegasi Negara Dutuerte Komandan Komando Mindanao Timur (EMC) It.Gen. Benjamin R Madrigal Junior mengatakan semua wilayah perbatasan antara Indonesia-Filipina sangat penting.

“Memang, ada sejumlah daerah perbatasan yang sangat rentan terhadap penetrasi ilegal oleh orang-orang dari Indonesia dan Filipina, tetapi saya pikir semua daerah perbatasan antara Indonesia dan kawasan Negara Dutuerte penting,” kata jenderal itu.

Oleh karena itu, perlu untuk membahas dan mencapai kesepakatan tentang prosedur operasional standar dalam menangani masalah yang terkait dengan perbatasan antara kedua Negara,yang di perlukan adalah kesepakatan yang tepat agar kedepannya tidak terjadi masalah dan hal-hal yang tidak di inginkan,harus adanya pertemuan langsung diantara kedua Negara,ā€¯katanya.

“Kami memiliki rasa saling menghormati untuk wilayah nasional Indonesia dan Filipina. Untuk itu kami perlu bekerja sama untuk menciptakan prosedur operasional standar bagi kedua komunitas dalam melintasi perbatasan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *