Fadli Zonk Menjelaskan Ahmad Dhani Tetap Jurkam Prabowo-Sandiaga

Fadli Zonk Menjelaskan Ahmad Dhani Tetap Jurkam Prabowo-Sandiaga. Ahmad Dani tidak akan kehilangan jabatannya di Badan Kemenangan Nasional (BPN) atau tim sukses Prabowo Subianto – Sandiaga Uno pasangan. Dia tidak akan diberhentikan meskipun dia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik.

Berita Nasional.co – Politisi Gerindra yang juga anggota komite pengarah BPN Fadli Zonk menyatakan bahwa pada hari Selasa (23 Oktober). “Tidak, dia tidak akan (diberhentikan) karena sejak awal Ahmad Dhani berpartisipasi di BPN. Kami menghargai proses hukum terhadapnya, ”kata Fadli.
Sebaliknya, menurut Fadli, BPN akan terus membela Ahmad Dhani dalam kasus pencemaran nama baik. Dia menegaskan, BPN tidak merasa terganggu oleh kasus hukum terhadap Ahmad Dhani.

“Kami akan mempertahankan kapan pun mungkin untuk mencari keadilan,” tambah Fadli Zonk

Ia menilai ada ketidakadilan dalam kasus Ahmad Dhani. Fadli meminta Kepolisian Jawa Timur untuk jeli dalam melihat kasus ini.

“Jadi saya pikir sudah jelas bahwa ini adalah kriminalisasi hukum kita. Polda Jawa Timur harus melihat dengan jelas, sehingga mereka tidak akan menjadi alat politik,” kata Fadli.

Kasus fitnah Ahmad Dhani dimulai menjelang acara #2019ChangePresident pada Agustus lalu di Surabaya, Jawa Timur. Dia tidak bisa meninggalkan hotel untuk bergabung dengan deklarasi # 2019ChangePresident dengan sekelompok orang yang memprotes kedatangannya di Surabaya.
Laporan terhadap Ahmad Dhani secara resmi dibuat oleh Koalisi Elemen Bela (KEB) Ketua NKRI Edi Firmanto pada 30 Agustus. Bukti yang termasuk dalam laporan itu adalah pada bentuk video yang menunjukkan Ahmad Dhani mengatakan peserta demonstrasi yang memprotes kehadirannya sebagai ‘idiot’ .

Ahmad Dhani kemudian diperiksa di markas besar Polda Jawa Timur pada 1 Oktober sebagai saksi. Pada 18 Oktober, ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik.

Ahmad Dhani gagal menemui polisi Jawa Timur pada hari Selasa. Namun, dia berjanji akan datang pada Jumat (26 Oktober).

“Polda Jawa Timur akan memanggilnya dengan paksa jika dia tidak datang pada hari Jumat,” kata juru bicara Polisi Jawa Timur Frans Barung Mangera di kantornya pada hari Selasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *