Enam Wilayah Sumatera Selatan Rawan Gempa Bumi Menurut BMKG

Enam Wilayah Sumatera Selatan Rawan Gempa Bumi Menurut BMKG karena Terletak pada Ring of Fire, beberapa bagian Indonesia rentan terhadap gempa bumi.
Enam dari 17 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Selatan rentan terhadap gempa bumi. Daerah-daerah itu dekat dengan “Cincin Api”, kata juru bicara BMKG.

Berita Nasional – “Ada enam wilayah Kabupaten dan kota yang rentan adalah Pagaralam, Lubuklinggau, Lahat, OKU Selatan, Empat Lawang, dan Musirawas,” kata Nandang, kepala Divisi Data dan Informasi, di sini, Kamis.

Indonesia terletak di Sabuk Lingkar Pasifik, yang juga dikenal sebagai Cincin Api, di mana banyak lempeng tektonik bertemu dan menyebabkan aktivitas gunung berapi dan gempa sering. Akibatnya, beberapa bagian nusantara rentan terhadap gempa bumi, seperti yang dapat diamati dari gempa bumi mematikan baru-baru ini di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Gempa yang paling baru melanda Situbondo di Jawa Timur, kata Nandang, menambahkan bahwa bagian-bagian tertentu dari Propinsi Sumatera Selatan juga cukup rentan terhadap gempa bumi yang berpotensi terjadi jika lempeng tektonik terus bergerak.
Di Sumatera Selatan, ada gunung berapi aktif yang disebut Gunung Dempo. Saat ini, status Gunung Dempo di Pagar Alam, Kabupaten Lahat, tetap “normal” tetapi perlu bagi penduduk setempat untuk tetap waspada untuk menghindari jatuhnya korban jika terjadi bencana, katanya.

Sementara itu, kondisi hidup penduduk di zona bencana di ibukota Sulawesi Tengah Palu dan kabupaten Donggala dan Sigi telah berangsur-angsur membaik, karena beberapa pasar dan rumah sakit telah kembali beroperasi, kata juru bicara militer. Dimulainya kembali kegiatan sehari-hari masyarakat setempat dimungkinkan berkat partisipasi berbagai pihak dalam proses mitigasi dan pemulihan bencana, kata juru bicara Komando Resor Militer 132 / Tadulako Kolonel Agus Sasmita.

Dalam membantu mengamankan orang-orang dan mereka yang terlibat dalam misi bantuan kemanusiaan, Militer dan Polisi Indonesia mengerahkan 6.522 dan 2.028 personil, masing-masing. Mereka dibantu oleh ribuan pekerja penyelamat dan relawan di daerah-daerah yang dilanda bencana.

Aparat keamanan bekerja dengan pekerja penyelamat dan sukarelawan dari lembaga pemerintah dan non-pemerintah di lapangan untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Hingga Kamis pukul 01.00 siang waktu setempat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang Palu, Donggala, dan Sigi pada 28 September 2018, telah mencapai 2.073. Semua mayat telah dikuburkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *