Ekonomi Digital Sangat Mendukung Demografi Indonesia

Ekonomi Digital Sangat Mendukung Demografi Indonesia didominasi oleh generasi tech-savvy atau mereka yang berpengetahuan luas tentang penggunaan teknologi modern, terutama komputer, memiliki peran penting dalam meningkatkan pembangunan ekonomi digital, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan.

Berita Nasional.co – Menteri mengatakan bahwa untuk mendukung ekonomi digital, pemerintah saat ini sedang membangun satelit untuk memperkuat konektivitas di seluruh Indonesia.

“Tren bisnis sedang berubah. Banyak perusahaan konvensional bermigrasi ke atau mengembangkan bisnis mereka ke perdagangan digital. Oleh karena itu, kami terus berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan ini, seperti pasar ritel atau digital, untuk mendapatkan masukan tentang model bisnis mereka dan apa yang perlu disesuaikan dengan perpajakan, “kata Indrawati di sini pada hari Senin.

Menurut menteri, dalam hal pembayaran pajak, kelompok bisnis konvensional berpandangan bahwa pemain bisnis digital tidak membayar pajak.

“Namun, itu tidak benar. Mereka masih membayar pajak. Pendiri platform digital juga memiliki pesaing di antara mereka. Jika pelaku bisnis platform ini didorong, dia akan pindah ke Facebook atau Instagram,” tambahnya.

Menurut Indrawati, transaksi kini menjadi semakin individual. Namun, transaksi di dunia dapat dengan mudah dideteksi.

“Dalam kasus penggelapan pajak, misalnya, dunia memiliki kesempatan untuk mencegah perputaran laba. Negara-negara lain tidak menginginkan hal itu. Ekonomi digital akan berada di sini, untuk tetap, dan bahkan tumbuh,” dia menekankan.

Indrawati menunjukkan bahwa fokus pemerintah tidak hanya pada pajak tetapi juga masalah yang harus ditangani di masa depan, termasuk koreksi super, pencucian uang, dan pendanaan terorisme.

“Pemerintah terus mendukung inovasi dan memberikan perlindungan terhadap sektor ekonomi digital,” katanya.

Indrawati menunjukkan bahwa Indonesia memiliki empat unicorn, dengan penilaian lebih dari US $ 1 miliar, atau sekitar Rp13,5 triliun: layanan transportasi online Go-Jek, layanan pemesanan tiket dan hotel Traveloka, dan platform belanja digital BukaLapak dan Tokopedia.

“Indonesia mampu menciptakan perusahaan global. Ini merupakan daya tarik bagi pemain digital dunia untuk datang ke Indonesia. Oleh karena itu, kami meningkatkan bisnis ini dari sisi kebijakan dengan memberikan insentif dan berkomunikasi dengan mereka untuk terus memberikan nilai tambah, ” dia menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *