DPR Memuji Langkah Pertamina Memangkas Impor Minyak Indonesia

DPR Memuji Langkah Pertamina Memangkas Impor Minyak Indonesia yang mana pemerintah saat ini membeli 225 ribu barel minyak domestik per hari. Pengawas pemerintah dalan hal ini DPR telah memuji langkah perusahaan minyak dan gas negara Pertamina untuk memangkas impor minyak sebagai bagian dari memperkuat kembali rupiah. Impor minyak dan gas saat ini berkontribusi paling besar terhadap defisit transaksi berjalan negara itu, yang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan melemahnya rupiah.

Berita Nasional – “Itu langkah yang bagus. Dalam jangka pendek, impor minyak dapat dikurangi dengan melarang ekspor minyak mentah yang dimiliki oleh kontraktor (asing),”  Kurtubi seorang anggota Komisi VII DPR memuji, menyatakan di sini pada hari Rabu.

Pemerintah saat ini membeli 225 ribu barel minyak domestik per hari. “Itu adalah kebijakan jangka pendek. Tapi butuh waktu lama untuk mengurangi impor minyak dan gas secara berkelanjutan,” katanya.

Dalam jangka panjang, impor minyak dan gas dapat dikurangi dengan meningkatkan produksi minyak dan gas domestik dan meningkatkan kegiatan pengeboran dan eksplorasi, ia menambahkan. Pada saat yang sama, pemerintah juga harus meningkatkan produksi bahan bakar minyak domestik melalui kilang-kilang minyak.

“Ini adalah kilang minyak yang menghasilkan minyak bahan bakar domestik. Jumlah kilang kami tetap tidak berubah,” ungkapnya.

Untuk itu, Kurtubi memuji rencana Pertamina membangun enam kilang minyak baru dan mengoptimalkan kilang minyak yang ada untuk menyumbang 1 juta barel per hari. Itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak pada 2024.

“Jadi kita tidak bisa secara spontan mengurangi impor minyak,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Negara Badan Usaha (BUMN) Rini Soemarno mengharapkan Pertamina untuk dapat menggunakan semua produksi minyak mentah Indonesia untuk dimasukkan ke dalam kilangnya pada tahun 2019. Pertamina harus menghabiskan devisa yang besar untuk impor minyak mentah untuk memberi makan kilang-kilang minyaknya karena sebagian besar produksi minyak mentah negara oleh kontraktor minyak diekspor.

Pertamina juga diperkirakan akan mulai menerapkan rencana untuk membangun lebih banyak kilang minyak untuk mengurangi ketergantungan negara itu pada impor untuk produk minyak terutama bahan bakar minyak,” katanya di atas kapal feri dalam perjalanannya dari Merak, Banten ke Bakauheni pada 29 Agustus.

Sementara itu, Presiden Direktur yang baru dilantik Nicke Widyawati memastikan bahwa Pertamina akan fokus pada pengurangan impor, konstruksi kilang, dan implementasi program Biosolar B20. Pada 29 Agustus, ia menyatakan bahwa ketiga target itu adalah rencana jangka pendek yang akan dilaksanakan Pertamina hingga akhir tahun ini. Dia juga mengatakan bahwa Pertamina akan mengurangi impor yang telah menjadi lebih besar tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *