Calon Wakil Presiden Tidak Memanfaatkan Keuntungan Kasus RS

Calon Wakil Presiden Tidak Memanfaatkan Keuntungan Kasus RS karena Ratna Sarumpaet telah ditangkap sebagai tersangka kasus tipuan.
Wakil calon presiden KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa partainya tidak akan memanfaatkan kasus tipuan aktivis Ratna Sarumpaet.

Berita Nasional – Pernyataannya datang sebagai tanggapan terhadap desas-desus mengatakan para pendukung Prabowo Subianto – pasangan Sandiaga Uno memindahkan dukungan mereka ke incumbent berikut kasus ini.
Itu tidak diperbolehkan “Tidak, kami tidak mengambil keuntungan atas kasus ini.” kata Kiai Ma’ruf yang berpasangan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pemilihan presiden 2019, pada hari Minggu (7 Oktober).

Kiai Ma’ruf menolak berkomentar lebih lanjut. Ia hanya mengatakan itu wajar jika banyak pendukung Prabowo – Sandiaga kecewa dengan kasus Ratna.

“Saya pikir itu normal untuk merasa kecewa,” tambah calon wakil presiden Kiai Ma’ruf.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai kasus tipuan Ratna Sarumpaet tidak akan mengurangi elektabilitas pasangan Prabowo – Sandiaga. Dia mengatakan pemilih untuk pasangan kandidat nomor 2 solid.

Menurut Djayadi, secara umum, pemilih Prabowo adalah orang-orang yang tidak puas dengan kinerja pemerintah di bawah Jokowi. Karena itu, mereka akan tetap menganggap Prabowo sebagai alternatif pilihan.

“Karena pemilih Prabowo kebanyakan anti-Jokowi. Apa pun yang dilakukan Prabowo, mereka akan mendapat pembenaran,” kata Djayadi.

Namun, kasus hoaf Ratna membawa citra negatif ke Prabowo. Selain itu, dia selalu disarankan sebagai pemimpin yang kuat, memahami masalah, dan kecerdasan, menganggap latar belakangnya sebagai tentara.

Kasus penyerangan palsu Ratna menjadi viral karena itu secara luas disebutkan oleh kamp Prabowo minggu lalu. Ratna membuat klaim itu dan menyampaikannya kepada keluarganya sebagai alasan untuk melakukan operasi kosmetik.

Namun, beberapa politisi dan tokoh nasional juga dibodohi oleh aktivis senior dan penulis drama. Dia merindukan panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi pada hari Kamis karena dia harus menghadiri konferensi dramawan internasional di Santiago, Chili. Polisi kemudian menamainya sebagai tersangka dan menangkapnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ketika dia akan menuju Santiago dengan Turkish Airlines pada Kamis malam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *