Calon Wakil Presiden Ma’ruf Mendesak Santri Tetap Optimis

Calon Wakil Presiden Ma’ruf Mendesak Santri Tetap Optimis. Santri tidak harus tunduk pada pandangan pesimis yang mengatakan Indonesia akan bubar.
Wakil calon presiden KH Ma’ruf Amin telah meminta siswa pesantren (santri) untuk selalu optimis dalam membantu membangun Indonesia yang lebih baik.

Berita Nasional.co – Berbicara kepada siswa pesantren dan ulama, yang berkumpul untuk merayakan Hari Santri Nasional di Asrama Haji Kalimantan Tengah pada hari Selasa, Ma’ruf mengatakan bahwa para siswa tidak boleh tunduk pada pandangan pesimis yang mengatakan Indonesia akan bubar.
“Mereka yang pesimis mengatakan Indonesia akan bubar, tetapi kita harus mengambil keuntungan dari tonggak yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk lepas landas,” kata calon wakil presiden Ma’ruf.

Menurut siaran pers, yang tersedia untuk Antara di sini pada hari Selasa, Ma’ruf, teman hidup Jokowi dalam pemilihan presiden yang akan datang, menekankan bahwa siswa pesantren harus menjadi sumber daya manusia yang kuat, kompeten, dan bermotivasi tinggi dalam membangun Indonesia.
“Mereka yang pesimis mengatakan Indonesia akan bubar, tetapi kita harus mengambil keuntungan dari tonggak yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk lepas landas,” kata Ma’ruf.
Dia berbicara tentang semangat kuat atlet Indonesia yang bersaing di Asian Games 2018 dan Asian Para Games. Awalnya, target medali para atlet Asian Games dan Asian Para Games tidak terlalu tinggi, tetapi kemudian, dengan semangat juang yang tinggi, mereka mampu menggandakan perolehan medali dari target awal.

“Oleh karena itu, kita harus memendam semangat juang yang tinggi seperti itu,” Ma’ruf mencatat, mendesak para siswa pesantren untuk mempersiapkan diri mereka untuk masa depan dan dapat bersaing dan mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi nasional.

Dia juga menyarankan bahwa selain mampu membaca ayat-ayat Al-Qur’an, siswa pesantren harus dapat memahami tatanan kehidupan masyarakat dan mencari solusi untuk masalah yang ada.

“Para siswa harus mampu menafsirkan situasi dan kondisi politik, ekonomi, dan sosial budaya. Tidak hanya membaca tetapi juga mencari solusi untuk menyoroti dan memecahkan masalah di masyarakat,” tegas Ma’ruf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *