Buronan Penggelapan Bank Dicegah Pergi Keluar Negeri

Buronan Penggelapan Bank Dicegah Pergi Keluar Negeri setelah Polisi meminta Imigrasi untuk mengeluarkan larangan perjalanan terhadap buronan pembobolan bank.
Polisi Nasional telah mengirimkan surat kepada Direktorat Jenderal Imigrasi, untuk mencegah tiga orang yang berada di daftar yang paling dicari (DPO). Ketiganya, yang dikenal dengan inisial mereka LC, LD, dan SL, adalah tersangka pencurian bank.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, Polri memutuskan untuk mengirimkan surat ke imigrasi untuk memantau pergerakan ketiga tersangka,” kata juru bicara Kepolisian Nasional Dedi Prasetyo pada hari Kamis (27 September).

Berita Nasional – Dedi mengatakan imigrasi akan mengeluarkan larangan perjalanan, sementara Polisi Nasional hanya bertugas mengajukan permintaan tertulis. Namun, Polri terus mengejar para tersangka.

“Kami masih mengejar buronan,” tambah Dedi.

Pengungkapan kasus perampokan bank, dimulai dari laporan Panin Bank pada awal Agustus. Daniel menjelaskan, PT SNP mengajukan pinjaman untuk fasilitas kredit modal kerja dan fasilitas rekening giro kepada Bank Panin untuk periode Mei 2016 hingga 2017 dengan plafon kepada debitur sebesar Rp425 miliar. Namun, pada Mei tahun ini, status kredit macet sebesar Rp 141 miliar.

Menurut Wakil Direktur Khusus Kejahatan Ekonomi Khusus Kepolisian Nasional, Daniel Tahi Monag Silitongan, berdasarkan investigasi, PT SNP telah diduga melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen, penggelapan, penipuan dan pencucian uang. Dia mengatakan modus nya adalah dengan menambah kan, menduplikasi, dan menggunakan akun fiktif.

“Modusnya adalah dengan menambahkan, mengganda kan dan menggunakan daftar piutang dagang (fiktif), dalam bentuk daftar data di PT CMP,” kata Daniel.

Daniel mengungkapkan PT SNP juga memanipulasi usulan fasilitas kredit kepada kreditor bank lain sebanyak 14 bank yang terdiri dari bank milik negara dan bank swasta. Kerugian total terkait fasilitas kredit sekitar Rp14 triliun.

Polisi telah menangkap dan menetapkan lima tersangka, yaitu Direktur Utama PT SNP dengan berinisial DS, AP (Direktur Operasional), RA (Direktur Keuangan), CDS (Manajer Akuntansi) dan AS (Asisten Manajer Keuangan). Sementara itu, tiga lainnya, yaitu LC, LD, dan SL, masih buronan penggelapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *