BRG Mengklaim Sedikit Titik Panas Terdeteksi Pada Lahan Gambut

BRG mengklaim lebih sedikit titik panas yang terdeteksi di lahan gambut yang diintervensi

Badan Pemulihan Lahan Gambut Indonesia (BRG) mengklaim bahwa lebih sedikit titik panas ditemukan di lahan gambut di bawah program restorasi melalui pendekatan 3R (pembasahan kembali, revegetasi, revitalisasi mata pencaharian).

Berita Nasional.co – “Mirip dengan apa yang telah dilakukan oleh Pak Haris (Deputi Penelitian dan Pengembangan BRS Haris Gunawan), membuat tambak ikan atau sampling peternakan, kami memetakan koordinat, dan kemudian kami amati dalam satu kilometer. Jika ada titik panas yang terdeteksi, tidak banyak, dan terletak lebih dari 2 km dari daerah yang diintervensi, “kata ketua BRG Nazir Foead di sini pada hari Rabu.

Dia mencatat intervensi yang termasuk pembasahan lahan gambut dengan membangun blok kanal, membangun sumur artesis, dan revitalisasi mata pencaharian dengan membuat kolam ikan dan peternakan telah berhasil mengurangi jumlah titik panas.

“Pelajaran yang kami dapat dari musim kering tahun ini adalah intervensi kami. Kami sudah memiliki ribuan blok kanal, sumur artesis, dan proyek percontohan untuk revitalisasi mata pencaharian, dan kami masih membutuhkan lebih banyak lagi,” kata Nazir.

Biaya pengembangan blok kanal, sumur artesis, dan kolam ikan relatif kecil, sementara itu bisa menyelamatkan ribuan hektar lahan dari kebakaran.

Keterlibatan publik dalam proyek-proyek, menurut Nazir, telah memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran atas titik-titik panas.

BRG menargetkan untuk menyelesaikan intervensi pada 600 ribu hektar lahan gambut pada 2017-2018.

Sisa 400 ribu hektar lahan gambut – dari total 2,4 juta hektar lahan gambut yang diprioritaskan untuk restorasi dalam lima tahun sejak 2016 – akan selesai pada 2019-2020.

“Dari total 2,4 juta hektar, tahun ini, kami telah memulihkan sekitar 600 ribu hektar. Ada sekitar 400 ribu hektar lebih di luar area konsesi,” katanya.

Pemulihan yang kami lakukan bertujuan agar tidak terjadi kebakaran yang dapat meluas,sehingga kabut asap yang dapat mengganggu jarak pandang dapat di hindarkan,untuk pencegahan terjadinya kebakaran,masyarakat dan pemerintah harus dapat berkerja sama.kabakaran yang terjadi akibat kekeringan harus segera di atasi agar tidak meluas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *