BPS Mencatat Penurunan Signifikan Dalam Ekspor CPO Ke Eropa

BPS Mencatat Penurunan Signifikan Dalam Ekspor CPO Ke Eropa, Statistik Indonesia (BPS) telah mencatat bahwa ekspor minyak sawit mentah (CPO) ke Eropa mengalami penurunan yang signifikan di bulan Maret sebagai akibat dari kampanye negatif terhadap komoditas yang terkait dengan deforestasi.

A worker moves bunches of oil palm fruit at a plantation in Pangkalan Bun, Central Kalimantan.

Berita Nasional.co – Kepala BPS Suhariyanto mengatakan di Jakarta pada hari Senin bahwa ekspor CPO ke Belanda mengalami penurunan 39 persen, sedangkan ekspor ke Inggris mengalami penurunan 22 persen. Ekspor ke Jerman, Italia, Spanyol dan Rusia juga mengalami penurunan.

“Penurunan ini disebabkan oleh kampanye negatif terhadap CPO,” Suhariyanto mengatakan pada konferensi pers.

Pada tahun 2018, total ekspor CPO dan turunannya Bandar Judi Togel Dingdong Online tercatat sebesar 34,6 juta ton dari 32,1 juta ton pada 2017. Namun, dalam hal nilai, ekspor menurun sebesar 11 persen pada 2018 menjadi US $ 20,54 miliar dari $ 22,97 miliar pada 2017.

Dia menambahkan bahwa antara Januari dan Maret, ekspor Indonesia ke Eropa tercatat US $ 3,6 miliar, sedangkan impornya US $ 3,02 miliar.

“Tentu saja angka perdagangan bilateral berbeda dengan masing-masing negara. Dengan Jerman dan Belanda kami mencatat surplus, dengan Italia kami mencatat defisit $ 9 juta, ”kata Suhariyanto.

Indonesia dan Malaysia, negara penghasil CPO terbesar kedua dan kedua, telah bekerja sama dalam perjuangan mereka melawan apa yang mereka sebut kebijakan diskriminatif UE terhadap minyak sawit, karena UE akan menghentikan penggunaan minyak sawit dalam bahan bakar nabati.

UE berpendapat produksi CPO menyebabkan deforestasi.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution baru-baru ini kembali ke Indonesia dari Brussels di mana ia mengadakan diskusi lebih lanjut dengan UE mengenai masalah ini. Dia mengatakan Indonesia akan meninjau semua perjanjian ekonomi dengan UE jika menerapkan Direktif Energi Terbarukan II (RED II) yang menetapkan penghapusan bertahap minyak kelapa sawit dalam bahan bakar nabati.

“Kami telah menyampaikan sikap kami terhadap kebijakan tersebut dan kami akan meninjau hubungan ekonomi dengan UE,” kata Darmin seperti dikutip oleh kompas.com. (bbn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *