BNN Menggagalkan Perdagangan Narkoba Jenis Ganja

BNN Menggagalkan Perdagangan Narkoba Jenis Ganja dimana seorang tahanan di Bali mengontrol distribusi ganja di balik jeruji. Berat ganja yang tertangkap petugas adalah 25kg. Kurniawan Risdianto dan Muh. Haryono ditangkap oleh BNN setelah petugas melakukan kordinasi dengan berbagai pihak.

Berita Nasional.co – Badan Narkotika Nasional Bali (BNN) menangkap Kurniawan Risdianto dan Muh. Haryono atas dugaan keterlibatan mereka dalam perdagangan 25 kg mariyuana, kata kepala badan tersebut. Risdianto dan Haryono memberi tahu para penyelidik BNN bahwa mereka diperintahkan oleh seorang tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, hanya diidentifikasi dengan inisial namanya sebagai RZ.

“Kedua tersangka ditangkap pada 6 Januari sekitar pukul 9 malam waktu setempat setelah penyelidik BNN menemukan lima paket ganja dengan berat lebih dari 25 kilogram di dalam van mereka,” Brig. Jenderal Putu Gede Swastawa memberi tahu para wartawan di sini, Rabu.

Menurut para tersangka, paket-paket ganja dikirim oleh seseorang di Medan, Provinsi Sumatera Utara. Petugas BNN menangkap dua tersangka dalam serangan pada 6 Januari di sebuah parkir mobil dari layanan pengiriman di daerah Sanur, Denpasar Selatan, Provinsi Bali.

Petugas anti narkoba menemukan lima paket ganja di dalam van putih mereka, katanya. Penyelidik badan akan mengungkap kasus itu dengan menanyai RZ, yang telah memerintahkan kedua tersangka untuk mengambil paket, sementara Risdianto dan Haryono mengaku telah bertindak sebagai kurir dan penjual obat, katanya.

Modus operandi yang diterapkan cincin narkoba ini adalah mengirim paket melalui layanan pengiriman. Namun, orang-orang dari layanan pengiriman memberi tahu petugas BNN tentang paket obat, katanya.

Petugas anti narkoba menuduh para tersangka melanggar poin 2 Pasal 114 dan poin 2 Pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman maksimal penjara 20 tahun, katanya.

“Keberhasilan BNN dalam menyita sekitar 25 kg ganja telah menyelamatkan sekitar 2.500 anak muda di Pulau Bali,” tambahnya.

Dengan jutaan pengguna narkoba dan populasi yang besar, Indonesia telah dianggap oleh pengedar narkoba lokal dan transnasional sebagai salah satu pasar potensial mereka di Asia Tenggara.

Badan Narkotika Nasional mencatat bahwa sekitar 50 orang Indonesia mati karena narkoba setiap hari, sementara jumlah total pengguna narkoba di negara ini telah mencapai tujuh juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *