Berkenalan Dunia Maya Facebooks, Waspada Kejahatan Sexual

Berkenalan Dunia Maya Facebooks, Waspada Kejahatan Sexual, Polisi Nasional mengatakan pada hari Jumat bahwa seratus orang kehilangan puluhan juta rupiah dalam skema sextortion di mana para korban ditipu untuk mengirimkan gambar-gambar seksual yang digunakan sebagai pemerasan.

Berita Nasional.co – Ajj Sr. Comr. Zahwani Pandra Arsyad, juru bicara polisi, mengatakan seorang tersangka yang diidentifikasi hanya sebagai SF telah membuka banyak akun palsu di Facebooks untuk mengelabui korban.

“Bagaimana tersangka memberi umpan kepada korban tergantung [pada gender]. Jika korban adalah seorang wanita, ia akan menunjukkan foto seorang pria yang menarik menggunakan bahasa yang menarik perhatian pengguna internet. Hal yang sama berlaku untuk korban laki-laki, tetapi foto seorang wanita yang menarik digunakan sebagai gantinya, ”kata Zahwani kepada The Jakarta Post pada hari Jumat melalui telepon.

Penyelidikan dimulai pada Desember 2018 setelah laporan dari publik tentang cyberactivity “tidak biasa”, yang menyebabkan penangkapan SF di Sidrap, Sulawesi Selatan, pada 6 Februari.

Polisi juga mencari dua tersangka lainnya. Salah satu dari mereka diduga membantu SF membuat akun palsu sementara yang lain diyakini telah mengelola transaksi bank untuk penipuan sejak Februari tahun lalu.

Zahwani mengatakan tersangka kemudian akan melakukan komunikasi “intens” dengan para korban melalui layanan olahpesan seperti Facebook Messenger atau WhatsApp, memperoleh rincian kontak dari akun media sosial mereka.

Ketika korban benar-benar terlibat, tersangka kemudian diduga mengirim video tindakan seksual dalam upaya untuk membujuk korban untuk melakukan hal yang sama.

“Setelah korban menunjukkan bagian pribadinya, tersangka akan menangkap ketelanjangan dan segera meminta tebusan dikirim ke rekening bank tersangka, dengan mengatakan bahwa ketelanjangan yang ditangkap akan menjadi viral […] Ada tiga [rekening bank] totalnya, ”kata Zahwani.

Tebusan berkisar antara Rp 300.000 (US $ 21) hingga Rp 30 juta tergantung pada pemilihan korban secara “acak”, kata Zahwani.

“Atas nama polisi, kami mendesak masyarakat untuk tidak terlalu mempercayai kenalan online atau hanya menghindari orang yang tidak dikenal sama sekali,” kata Zahwani.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebelumnya mengungkapkan bahwa sextortion sedang meningkat pada tahun 2018 dan anak-anak adalah target bersama.

KPAI menangani beberapa kasus sextortion terhadap anak-anak tahun lalu tetapi mengatakan tidak akan menjelaskan secara rinci kasus-kasus tersebut untuk melindungi para korban – yang semuanya adalah perempuan.

“Para pelaku kencan dengan gadis-gadis itu secara online dan meminta foto-foto mereka yang sugestif. Pada saat mereka mendapatkan foto, mereka akan meminta uang atau mengancam untuk berbagi foto secara online, ”komisioner KPAI untuk pornografi dan kejahatan dunia maya Margaret Aliyatul Maimunah menjelaskan, mendesak semua masyarakat untuk bekerja sama untuk melindungi anak-anak dari pornografi dan kejahatan dunia maya.

Kementerian Komunikasi dan Informasi memblokir situs microblogging dan jejaring sosial Tumblr dan aplikasi Tik-Tok setelah mengetahui bahwa mereka mengandung pornografi dan konten yang tidak pantas, tetapi platform-platform tersebut kemudian diblokir.

Kementerian mengatakan bahwa, pada 2018, 984.441 konten negatif diblokir di Twitter, Facebooks, Instagram, YouTube, dan Google.

“Sekitar 80 persen dari konten yang diblokir adalah pornografi,” kata penjabat kepala biro hubungan masyarakat kementerian, Ferdinandus Setu. (mai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *