Bencana Tanah Longsor Menewaskan Dua Orang, Menggangu Akses Jalan

Bencana Tanah Longsor Menewaskan Dua Orang, Menggangu Akses Jalan Flores, Curah hujan intensif selama seminggu terakhir telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di desa-desa di seluruh pulau Flores di Nusa Tenggara Timur. Dua orang ditemukan tewas setelah tanah longsor di desa Roe, Manggarai Barat, pada hari Jumat, sementara setidaknya delapan orang hilang, menurut pihak berwenang setempat.

Bencana Tanah longsor juga mengganggu lalu lintas di jalan trans-Flores Ruteng-Labuan Bajo di kabupaten ini.

Berita Nasional.co – Juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tanah longsor juga menghancurkan sebuah jembatan, tiga rumah dan beberapa kendaraan di daerah yang terkena dampak.

“Badan-badan mitigasi regional bekerja dengan pemerintah setempat untuk mengevakuasi orang-orang,” kata Sutopo, Jumat.

Dia menambahkan bahwa komunikasi telepon seluler di daerah yang terkena dampak sangat terganggu, sehingga mempersulit pihak berwenang untuk menilai dampak bencana.

Komandan Militer Manggarai Lieut. Kolonel Rudy Markiano Simangunsong mengatakan militer dan badan mitigasi regional memprioritaskan evakuasi para penyintas, meskipun mereka menghadapi tantangan di lapangan.

“Listrik di beberapa daerah yang terkena dampak bencana tanah longsor telah dimatikan,” katanya kepada The Jakarta Post.

Rudy mengatakan tim pencarian dan penyelamatan bersama masih tidak dapat mendekati daerah-daerah tertentu karena alasan keamanan.

“Tanah di beberapa daerah masih tidak stabil, berpotensi Bandar Agen Judi Togel Dingdong Online menyebabkan tanah longsor lebih lanjut,” katanya.

Ori Patote, kepala unit kerja untuk jalan raya nasional di dinas pekerjaan umum provinsi, mengatakan pemerintah setempat telah mengirim alat berat ke lokasi jembatan yang rusak untuk membersihkannya.

“Lalu lintas di jalan Ruteng-Labuan Bajo saat ini dihentikan. Otoritas setempat menangani situasi ini, ”katanya.

Beino Sardi Hao, seorang petani lokal di desa Ojang, mengatakan air banjir telah menghancurkan 5 hektar sawah yang akan dipanennya dalam beberapa minggu.

“Ini telah menyebabkan banyak kesulitan bagi saya dan petani lainnya. Ini tentu akan memengaruhi penghasilan kita. Kami berharap bupati akan membantu kami, ”katanya kepada Post.

Bupati Manggarai Deno Kamelus mengatakan dia telah menerima semua laporan tentang bencana di kabupatennya.

“Kami memeras otak kami untuk membantu masyarakat yang terkena dampak,” katanya.

Tahun lalu, juru bicara BNPB Sutopo mengatakan bencana hidrometeorologis, seperti banjir, tanah longsor dan putung beliung (tornado kecil), akan tetap menjadi jenis bencana utama di negara ini tahun ini seperti pada 2018, ketika ribuan bencana alam terjadi.

Dia mengatakan deforestasi dan kerusakan daerah aliran sungai berkontribusi terhadap meningkatnya jumlah bencana hidrometeorologis selama bertahun-tahun. (das)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *