Bawaslu Menilai Situs Skandal Sandiaga Uno Kampanye Hitam

Bawaslu Menilai Situs Skandal Sandiaga Uno Kampanye Hitam sebab Kementerian telah menurunkan skandal Sandiaga Uno pada hari Rabu. Bawaslu mengatakan sebuah situs yang telah menyebarkan fitnah terhadap calon wakil presiden dari kubu oposisi, Sandiaga Salahuddin Uno adalah bentuk kampanye hitam dalam pemilihan. Situs ini dapat dinilai sebagai pelanggaran pidana terhadap informasi dan undang-undang transaksi elektronik dan dapat dilaporkan ke polisi.

Berita Nasional – “Jika ada situs seperti itu, yang kontennya diarahkan ke konten pornografi, itu bisa dikatakan sebagai kampanye hitam,” kata anggota Bawaslu menilai, Rahmat Bagja, Rabu (26 September).

Bawaslu, bagaimanapun, belum menerima laporan terkait dengan situs skandal Sandiaga. Meskipun demikian, Bagja menyarankan agar situs tersebut segera dihapus untuk mencegah penyebaran fitnah.

Bagja mengatakan keputusan untuk menjadi calon presiden atau wakil presiden memang diikuti oleh risiko bahwa kehidupan pribadi mereka akan terungkap. Namun, paparan kehidupan keluarga juga perlu dibatasi.

“Privasi seseorang terkait dengan kamar tidur, rumah, sehingga orang tidak perlu tahu. Namun, apakah calon presiden atau wakil presiden memiliki rumah, istri, dan anak-anak, orang-orang memang perlu tahu,” jelas Bagja.

Bagja menegaskan kembali bahwa hal-hal yang berhubungan dengan fitnahan tidak boleh disebarkan.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menurunkan situs sebagaimana diminta oleh polisi. Itu dianggap melanggar hukum informasi dan transaksi elektronik.

“Kami menurunkan situs bukan karena pemilihan,” kata Menteri Rudiantara di kantornya, Jakarta, pada hari Rabu.

Sebelumnya, Sandiaga telah meminta para pendukungnya untuk tidak terbawa dalam menanggapi situs fitnahan. Dia menganggapnya sebagai bagian dari perjuangannya. Apalagi keluarganya sudah siap menghadapi fitnah seperti itu.

“Kami berkomitmen untuk menolak tipuan dan kami berharap itu juga akan menjadi komitmen semua pihak,” kata Sandiaga di Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (25 September).

Situs yang menyebarkan fitnah terhadap Sandiaga muncul bersamaan dengan dimulainya masa kampanye pemilihan presiden 2019. Kampanye dimulai pada hari Minggu (23 September) dan situs mulai beredar pada hari Senin (24 September).

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Hasto Kristiyanto sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya telah melarang kampanye negatif terhadap kandidat lain. “Kami dilarang berbicara negatif tentang Prabowo-Sandi,” katanya.

Kristiyanto mengatakan tindakan negatif hanya akan memiliki dampak yang merugikan terhadap masa depan bangsa, termasuk menyebarkan hoax, karena mereka hanya akan meracuni peradaban bangsa dan mencemari pikiran demokratis Pancasila.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *