Bantuan Asing Untuk Sulawesi Tengah Mencapai Rp220 miliar rupiah

Bantuan Asing Untuk Sulawesi Tengah Mencapai Rp220 miliar rupiah karena Sejumlah negara sahabat mem beri bantuan kepada korban bencana Sulawesi Tengah. DPR meng hargai se jumlah negara sahabat yang telah men distribusi kan bantuan kepada orang-orang yang ter kena dampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Berita Nasional – Berdasar kan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 6 Oktober, bantuan asing untuk korban bencana yang telah men capai Rp220 miliar rupiah.
Selain itu, sejumlah negara sahabat me mobilisasi pesawat, tenda, rumah sakit lapangan, dan juga menyedia kan air minum. Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari ber terima kasih atas bantuan nya.

kata Kharis dalam sebuah pernyataan ter tulis yang di terima “” Teman-teman akan ter lihat jika kita ter puruk dan mengalami bencana dan Indonesia memiliki teman-teman dari seluruh dunia untuk mem bantu orang-orang di Sulawesi Tengah, terima kasih banyak kepada semua negara sahabat, “.
Kharis mendukung komandan Militer Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto berencana untuk melakukan pengawalan ketat untuk kendaraan yang membawa logistik bantuan internasional untuk para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Menurut dia, semua bantuan ke manusiaan untuk Palu dan Donggala berada di bawah koordinasi BNPB dan TNI.
Kharis meminta TNI untuk mengendali kan dan memantau bantuan untuk masyarakat di Sulawesi Tengah. Dia mengata kan bantuan ke manusiaan harus di kontrol untuk mencegah kejadian yang tidak diingin kan.

“Ini bertujuan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan untuk kedaulatan negara, serta untuk memastikan apa yang dilakukan dan dilakukan tepat sasaran,” kata Kharis.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan pencarian korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah dihentikan pada Kamis (11 Oktober). Pencarian telah dilakukan selama tujuh hari sebagaimana diamanatkan oleh peraturan agensi.

“Kami telah memperpanjang periode pencarian dan setelah 14 hari akan sulit untuk mengidentifikasi korban tewas,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Senin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *