Badan Anti Korupsi Mengevaluasi Perlindungan Personel

Badan Anti Korupsi Mengevaluasi Perlindungan Personel dan prosedur yang berkaitan dengan perlindungan bagi personelnya setelah ancaman bom di kediaman kepala dan wakil ketua KPK pada Rabu pagi.

DMbet99 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengevaluasi prosedur yang berkaitan dengan perlindungan bagi personelnya setelah ancaman bom di kediaman kepala dan wakil ketua KPK pada Rabu pagi. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan badan anti-korupsi mempertimbangkan untuk melengkapi petugas keamanan KPK dengan jenis senjata tertentu. Demikian beritanasional.co memberitakan.

“Kami akan membahas ini secara rinci,” kata Rahardjo di sini, Kamis.

Sistem perlindungan bagi penyelidik dan jaksa penuntut anti-korupsi juga akan dievaluasi, tambahnya.

“Upaya untuk meningkatkan keamanan di badan anti korupsi, termasuk dalam penyelidikan dan penuntutannya, adalah suatu keharusan. Dalam kasus Novel (penyidik ​​KPK), kami segera mengambil tindakan perlindungan,” katanya.

Rahardjo menolak untuk berspekulasi tentang motif di balik ancaman tersebut, dengan mengatakan ia akan mengizinkan polisi untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Kami tidak dapat mencapai kesimpulan apa pun. Biarkan polisi menyelidiki kasus ini. Kami akan memberikan bantuan yang mereka butuhkan,” katanya.

Dia mencatat bahwa setiap ancaman terhadap badan anti-korupsi tidak akan mencegah mereka dari melanjutkan penyelidikan terhadap kasus korupsi.

“Ini seharusnya tidak menakuti kami. Terus berjuang. Kami membutuhkan dukungan dari publik,” katanya.

Lebih lanjut, Rahardjo membenarkan bahwa tas hitam yang ditemukan di rumahnya tidak mengandung bom tetapi hanya semen putih.

“Tadi malam, saya telah (menerima) pembaruan bahwa bahan itu bukan bubuk mesiu tetapi hanya semen putih. Namun, itu dirakit menyerupai bom,” katanya.

Ketua badan anti korupsi Agus Rahardjo dan Wakil Kepala Laode Muhammad Syarif menerima ancaman bom di rumah mereka pada Rabu pagi.

Sebuah tas yang diduga berisi bom pipa ditemukan tergantung di pagar di depan rumah Agus oleh seorang penjaga keamanan. Namun, setelah memeriksa perangkat tersebut, polisi mengkonfirmasi bahwa ia tidak memiliki kemampuan meledak meskipun tampilannya.

Sementara itu, dua botol menyerupai koktail molotov dilemparkan ke kediaman Syarif tetapi gagal meledak. Polisi telah mengkonfirmasi bahwa kedua insiden itu tidak menyebabkan kerusakan, dan situasi di rumah para pejabat terkendali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *