Anies Baswedan Revisi Perda Atur Becak Wilayah Tertentu Jakarta

Anies Baswedan Revisi Perda Atur Becak Wilayah Tertentu Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membenarkan terkait adanya revisi peraturan daerah (Perda) ketertiban umum terkait akomodasi operasi becak di Jakarta. Menurut Anies, kini hal tersebut masih dalam proses pengusulan.

Berita Nasional – “Masih dalam usulan, belum ada pembahasan. Nanti kita lihat sesudahnya,” ujar Gubernur Anies,

Anies menjelaskan bahwa dirinya berencana mengatur kembali akomodasi becak. Sehingga nantinya para tukang becak bisa beroperasi pada wilayah yang benar.

Peraturan yang sudah ada Bahwasannya para becak tidak boleh masuk ke kota,itu sudah harus,tuturnya.

Dan tidak menutup kemungkinan bahwa tukang becak yang sudah ada sebelumnya tidak boleh beroperasi didaerah Pinggiran,nah peraturan inilah yang akan kami terapkan nantinya.

Menurut Anies, becak tak akan laku apabila tak ada di Jakarta. Karena itu, dia berencana menjadikan becak sebagai profesi di wilayah tertentu sehingga kota Jakarta bisa memberikan kesejahteraan yang sama kepada para tukang becak.

“Ini adalah jasa, jasa itu jika tidak ada yang menggunakan ya tidak akan laku. Kita nggak bisa paksa orang. Ya namanya jasa, karena itu diatur-diatur sebagai profesi yang ada di wilayah tertentu,” kata Anies.

“Mereka punya anak, punya istri, mereka punya keluarga, mereka pun ingin punya kepastian pekerjaan sebagaimana profesi yang lain, jangan digilas dengan opini bahwa mereka adalah pengganggu kemajuan dan kemodernan di Jakarta,” tuturnya.

Terkait dengan jumlahnya, Anies memastikan bahwa dirinya akan membatasi pengemudi becak yang beroperasi di Jakarta,dan tentunya dengan cara di batasi maka akan mengurangi kepadatan yang akan mengganggu lalu lintas.

Sebab, menurut Anies yang nantinya akan dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta hanyalah becak-becak yang sudah ada dan telah mendaftarkan diri di Pemprov DKI saat ini, sehingga tidak di perbolehkan bagi masyarakat yang baru ingin membawa becak,sehingga tidak ada lagi penambahan becak baru.

“Pasti dibatasi yang sudah ada. Karena ini mengatur yang sudah ada, kemudian yang diatur sudah ada diberikan identitas bagi pengemudinya dan becaknya. Sudah terdata di Dinas perhubungan,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *