‘Apakah itu karena saya seorang wanita?’: Anggota parlemen Gerindra menggerutu tentang doa yang membaca pesek

Anggota parlemen Rahayu Saraswati Djojohadikusumo telah menyatakan kekecewaannya pada Ketua MPR Zulkifli Hasan, yang katanya menghalangi dia untuk melakukan peran pembaca doa selama sesi pleno pada hari Jumat.

Berita nasional.co – Anggota Partai Gerindra awalnya diberitahu bahwa dia akan ditugaskan membaca doa penutup selama sesi pleno Jumat. Namun, ketika Rahayu tiba di ruang pertemuan di pagi hari, para pemimpin faksi partai mengatakan kepadanya bahwa Zulkifli tidak menyetujui keputusan untuk mengangkatnya sebagai pembaca doa.

“Saya merasa sangat kecewa karena saya akan menjadi wanita pertama, serta non-Muslim pertama, untuk membaca doa selama sesi pleno,” kata Rahayu dalam pernyataan tertulis yang diterima oleh The Jakarta Post pada hari Jumat.

Setelah menerima berita itu, Rahayu mengusulkan untuk memberikan peran itu kepada seorang anggota Kristen di majelis. Namun, sesi doa Bandar Judi Togel Dingdong Online telah dihapus dari acara kumuh sama sekali.

“Saya hanya ingin bertanya kepada Pak Zulkifli Hasan yang terhormat, apakah [keberatannya] karena saya seorang wanita, atau karena saya bukan seorang Muslim?” Kata Rahayu.

Zulkifli, yang juga ketua Partai Amanat Nasional (PAN), mendukung ketua Gerindra Prabowo Subianto, yang adalah paman Rahayu, selama pemilihan presiden bulan April.

Anggota Partai Gerindra awalnya diberitahu bahwa dia akan ditugaskan membaca doa penutup selama sesi pleno Jumat. Namun, ketika Rahayu tiba di ruang pertemuan di pagi hari, para pemimpin faksi partai mengatakan kepadanya bahwa Zulkifli tidak menyetujui keputusan untuk mengangkatnya sebagai pembaca doa.

Sejak diumumkan bahwa Prabowo kalah dari Presiden Joko “Jokowi” Widodo, PAN telah mulai mengalihkan dukungannya kepada presiden terpilih.

Anggota parlemen Gerindra, Fadli Zon, menyesalkan kejadian itu, dengan mengatakan penolakan itu “tidak perlu” jika doa itu memang dijadwalkan.

“Kami akan periksa. Jika [acara] telah dijadwalkan, ini seharusnya tidak terjadi, ”katanya.

Rahayu dikenal sebagai salah satu pendukung setia pembahasan RUU Kekerasan Seksual (RUU PKS) di DPR. Namun, ia gagal mengamankan pemilihan kembali untuk masa jabatan berikutnya, yang akan dimulai pada 1 Oktober. (Ggq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *