Anggaran Negara Tetap Dibawah Kendali Tanpa Revisi

Anggaran Negara Tetap Dibawah Kendali Tanpa Revisi Pendapatan non-pajak juga berkinerja lebih baik karena kenaikan harga minyak dunia, sementara penyerapan anggaran lebih baik tahun ini dibandingkan dengan selama periode 2015-2017.

Berita Nasional.co – Defisit anggaran lebih kecil dari target yang ditetapkan dalam anggaran negara, kata Kementerian.

Pendapatan dan belanja dalam anggaran negara 2018 tetap di bawah kendati pemerintah tidak mengajukan revisi, kata seorang pejabat senior. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan bahwa pengelolaan anggaran negara yang baik mampu meningkatkan penerimaan pajak yang mencatat kenaikan dua digit.

“Pelaksanaan anggaran negara tahun ini jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya,” Askolani memberi tahu media di sini pada hari Rabu.

“Defisit anggaran juga lebih kecil dari target yang ditetapkan dalam anggaran negara (APBN). Ini adalah pencapaian pertama di mana kita dapat mengendalikan defisit, jauh lebih kecil dari 2,19 persen,” katanya.

Pencapaian ini juga terlihat dari optimalisasi penerimaan pajak dan efektivitas belanja negara sejak awal tahun hingga semester pertama 2018. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu lagi mengajukan revisi APBN.

Dia mencatat bahwa kinerja pemerintah dapat melambat jika ada proposal untuk revisi APBN di tengah tahun. Ini karena kementerian dan lembaga negara harus kembali melakukan revisi dokumen dan menyusun anggaran belanja.

“Manfaat yang diperoleh dari ketiadaan anggaran yang direvisi adalah bahwa kementerian dan lembaga pemerintah dapat fokus pada pelaksanaan tugas. Jika kami mengajukan revisi anggaran, kami harus membuat perubahan pada dokumen dan desain,” kata Askolani.

Askolani menyatakan harapan bahwa kinerja Kementerian Lembaga akan terus dipertahankan untuk tahun anggaran 2019 untuk memastikan manajemen anggaran yang lebih efektif dan efisien untuk mendukung target pembangunan yang ditetapkan.

Kementerian Keuangan sebelumnya telah mencatat bahwa hingga pertengahan Oktober 2018, realisasi defisit anggaran telah mencapai 1,6 persen dari produk domestik bruto, atau Rp237 triliun, karena pertumbuhan pendapatan pajak dan pengeluaran negara.

Realisasi defisit anggaran berasal dari penerimaan negara sebesar Rp1.483,9 triliun, atau 78,3 persen dari target, dan belanja negara yang telah mencapai Rp1.720,8 triliun, atau 77,5 persen dari batas atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *