Amien Rais Memuji Sikap Para Penyidik ​Selama Interogasi Berlangsung

Amien Rais Memuji Sikap Para Penyidik ​Selama Interogasi Berlangsung yang mana Ketua Dewan Kehormatan Nasional (PAN) Amien Rais sedang mempersiapkan menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Polda Metro Jaya. Investigator memeriksa beliau sebagai saksi terkait pernyataan palsu tersangka Ratna Sarumpaet

Berita Nasional.co – Mantan ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais telah memuji penyidik ​​Polisi Jakarta setelah dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus pernyataan palsu aktivis Ratna Sarumpaet.

“Saya merasa dihormati oleh sikap para peneliti,” kata Rais di Jakarta pada hari Rabu.

Dia menambahkan bahwa dia ditanyai selama hampir enam jam, tetapi sebagian besar waktunya dihabiskan untuk makan siang, berdoa, dan berbicara tentang hal-hal lain.

“Jadi sangat lancar, dan pertanyaannya langsung dan tidak rumit. Tidak ada pertanyaan bengkok. Saya ucapkan banyak terima kasih,” ujarnya.

Rais juga mengklaim memiliki ayam `gudeg` untuk makan siang dan` jamblang` beras dan `timbel` beras. Setelah makan siang, tim dokter polisi memeriksanya, termasuk tekanan darahnya, yaitu 120/80.

Mengenai pertanyaan, Rais, yang dikenal sebagai tokoh reformasi, mengaku telah menerima 30 pertanyaan dari para penyelidik tentang pengakuan palsu Sarumpaet.

Sebuah tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Satuan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Indonesia telah menyelidiki dugaan informasi palsu tentang serangan Sarumpaet.

“Kami didesak untuk menggali kasus ini, dan kami sedang menyelidikinya,” kata Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Kota Jakarta Nico Afinta di Jakarta pada Rabu pekan lalu (3 Oktober).

Afinta mencatat bahwa polisi Jakarta telah menerima tiga laporan, sementara Bareskrim telah menerima satu laporan dari informasi palsu tentang penganiayaan terhadap aktivis tersebut.

Laporan tersebut telah meminta penyelidikan polisi atas dugaan informasi tak berdasar di bawah pasal 28 UU No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Tim gabungan telah mencari bukti tentang serangan itu.

Sarumpaet mengaku telah dipukuli oleh beberapa orang yang tidak dikenal, mengakibatkan luka wajah, seperti yang ditunjukkan dalam gambar yang konon menunjukkan matanya yang bengkak yang beredar di media sosial pada hari Selasa.

Menurut aktivis, dia diserang di dekat Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September, setelah menghadiri forum internasional di kota.

Namun, polisi tidak menemukan bukti, saksi, atau informasi apa pun terkait penganiayaan.

Bahkan, polisi menemukan bahwa Sarumpaet tidak diserang tetapi telah menjalani operasi plastik wajah dan dirawat di rumah sakit di Jakarta dari 21-24 September.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *